Teheran (ANTARA) - Kepolisian Iran telah menangkap lebih dari 200 pengikut dan provokator kerusuhan di berbagai provinsi di Republik Islam, Ahad (25/1), kantor berita Tasnim melaporkan.
Lebih dari 150 orang dilaporkan telah ditahan di Kota Yazd. Selain itu, polisi juga menahan 19 demonstran di Provinsi Semnan, termasuk 15 orang di Kota Shahrud yang dituding telah merusak kantor pemadam kebakaran, bank cabang dan kendaraan penegak hukum.
Baca juga: Pasca Donald Trump ancam Iran, China harap penyelesaian lewat dialog
Tasnim juga melansir bahwa petugas intelijen telah mengamankan 40 perusuh di Provinsi Golestan utara. Para tahanan dilaporkan kedapatan membawa berbagai senjata dan barang-barang lainnya.
Gelombang protes melanda Iran pada akhir Desember 2025 di tengah kekhawatiran atas meningkatnya inflasi yang dipicu oleh melemahnya mata uang lokal, rial.
Baca juga: PBB Cemas Situasi Iran, Harap Tak Terjadi Eskalasi Militer
Di sejumlah kota, protes berubah menjadi bentrokan dengan polisi ketika demonstran meneriakkan slogan-slogan anti pemerintah. Ada laporan soal korban di kalangan aparat keamanan dan demonstran.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
