Rusuh dan kebakaran Rutan Siak, diduga akibat kekerasan petugas

id Rutan rusuh. Kebakaran. Siak. Riau.,rusuh rutan siak,rutan,rutan siak,berita riau antara,berita riau terbaru

Napi diduga bakar Rutan Siak.(Antaranews/Bayu AA)

Siak, Riau (ANTARA) - Kerusuhan di Rumah Tahanan Klas II B Siak Sri Indrapura hingga hampir seluruh bangunannya dibakar oleh narapidananya diduga akibat adanya perlakuan kekerasan dari para penjaga terhadap sejumlah warga binaan.

Salah seorang napi, Sudanto yang dipindahkan ke ruang tahanan Kepolisian Sektor Siak mengatakan awalnya ada razia dari pihak rutan. Lalu ada yang kedapatan mengkonsumsi sabu-sabu.

"Lalu datang polisi untuk mengamankan, dan tiga orang dimasukkan ke sel. Pegawai datang dan tahanan itu ditampar. Jadi tahanan lain marah semua," katanya.

Dengan cepat dan spontan banyak warga binaan tersebut marah dan pintu sel masing-masing didobrak. Bahkan ada yang jebol dan hancur oleh para tahanan hingga semuanya bisa keluar dari sel.

"Pintu-pintu dihancurkan, petugas keluar semua," imbuhnya.

Baca juga: Rusuh Rutan Siak, Kasat Narkoba tertembak

Sejak saat itu mulailah rutan dikuasai oleh para napi bahkan sudah mulai melemparkan sejumlah benda keluar. Bahkan ada juga suara tembakan dari dalam yang dikatakan Sudanto itu juga senjata laras panjang yang ada di rutan.

"Mulai pukul 01.00 WIB, Sabtu dini hari, mereka lempar batu supaya polisi tidak masuk. Ada juga api ketika sudah besar kami lari keluar ke belakang," ujarnya pria yang kesehariannya bertugas di bagian dapur rutan.
Rutan Siak yang terbakar. (Foto Antarariau/Bayu AA/19)


Sudanto bersama beberapa rekannya diamankan polisi dan mengaku menyerahkan diri. Terhitung sebanyak 12 orang sudah dipindahkan ke sel Polsek Siak yang berada sekitar 2-3 kilometer dari rutan.

Hingga pukul 03.30 WIB, api sudah tidak terlihat membara lagi namun terlihat hampir semua bangunan rutan ludes. Pihak berwajib dan yang berkepentingan lainnya masih berada di lokasi demikian juga ratusan warga yang ramai melihat-lihat.

Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar