4.650 CJH Riau sudah lakukan rekam biometrik untuk penerbitan visa haji

id Kemenag Riau,berita hari ini, berita riau terkini, berita riau antara

4.650 CJH Riau sudah lakukan rekam biometrik untuk penerbitan visa haji

Rekam data biometrik. (antaranews.com) (antaranews.com/)

Pekanbaru (ANTARA) - Sebanyak 4.650 jemaah calon haji (JCH) Riau sudah melakukan rekam biometrik sebagai syarat wajib untuk penerbitan visa haji oleh Pemerintah Saudi Arabia.

"Sebanyak 4.650 JCH Riau yang sudah rekam biometrik itu bagian dari 5.030 JCH yang seharusnya direkam dan sisanya masih ditunggu untuk melakukan perekaman berikutnya," kata Kasi Pendaftaran Dokumen Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Riau H Suhardi Hs, di Pekanbaru, Kamis.

Menurut dia, proses perekaman juga terus berlangsung di sejumlah kantor VFS Tasheel yang tersebar di sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Provinsi Riau dilakukan di Kanwil Kemenag Riau.

Baca juga: Kantor Kesehatan Pelabuhan Riau cek kesehatan Calon Jemaah Haji

Ia mengatakan proses rekam biometrik berlangsung setiap hari sesuai jam kerja di kantor VFS Tasheel dan bagi sambil menunggu antrian untuk direkam diberikan bergaam informasi agar tidak jenuh.

"Informasi diberikan berkaitan dengan alasan pelaksanaan biometrik, apalagi kebijakan Pemeirntah Arab Saudi menetapkan rekam biomtrik sebagai syarat wajib untuk mendapatkan visa, dan kini asrama haji tidak lagi melakukan biometrik," katanya.

Bagi para CJH, katanya berharap agar sabar selama menunggu antrian untuk direkam, anggap ini sebagai miniatur perjalanan ke Mekkah, mantapkan kesabaran dan keikhlasan.

Ia tetap menargetkan proses rekaman biometrik selesai pada akhir April 2019 sehingga pihaknya juga terus berkoordinasi dengan VFS Tasheel agar proses rekam biometrik bisa lebih dipercepat lagi.

Sementara itu proses perekaman biometrik sejauh ini tidak ditemukan kendala yang berarti, hanya sempat terjadi, ada sepasang suami istri jamaah dari Dumai yang sudah sampai ke sini, tapi justru istirahat ke rumah keluarganya sehingga tertidur.

"Tidak ada laporan atau ijin dari mereka ke pihak VFS Tasheel atau panitia Bidang Haji, sehingga tidak ada laporan ke petugas, padahal kalau ada laporan sampai tengah malam juga ditunggu, dan akhirnya mereka diarahkan ke Adi sucipto," katanya.

Namun demikian, JCH tetap diberikan kesempatan untuk beristirahat, karena antrian yang cukup panjang dalam melakukan rekam biometrik itu, tercatat satu hari mencapai 200 jamaah untuk direkam.

Baca juga: Sebanyak sepuluh petugas haji Riau wajib lapor setelah lolos seleksi

Baca juga: Riau Rekrut Petugas Penyelenggara Ibadah Haji


Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar