Sebanyak 30 Peserta Ikut Operasi Bibir Sumbing Gratis Di Indragiri Hilir

id sebanyak 30, peserta ikut, operasi bibir, sumbing gratis, di indragiri hilir

Sebanyak 30 Peserta Ikut Operasi Bibir Sumbing Gratis Di Indragiri Hilir

Istimewa

Tembilahan,(Antarariau.com) - Sebanyak 30 peserta mengikuti operasi bibir sumbing dan celah langit secara gratis yang digelar Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir bekerja sama Badan Amil Zakat (Baznas) Inhil, Kamis sore.

Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan, Saut Pakpahan mengatakan, 30 peserta yang teregistrasi mengikuti operasi bibir sumbing terdiri dari 11 orang anak-anak dan 29 peserta dewasa.

"Rencana kegiatan ini sudah kita informasikan sejak Agustus 2018 lalu, sampai hari ini terdapat sekitar 30 peserta yang tercover mudah-mudahan tahun depan bisa kita lakukan kembali," ujar Saut Pakpahan.

Dia mengatakan, bantuan operasi bibir sumbing ini merupakan wujud bakti sosial RSUD Puri Husada bersama Baznas dalam rangka membantu masyarakat penderita bibir sumbing di Kabupaten Inhil.

"Pada umumnya bantuan ini kita utamakan bagi masyarakat kurang mampu, untuk itulah kita bekerjasama dengan Baznas untuk memfasilitasi. Namun peruntukannya tentu kepada seluruh masyarakat penderita bibir sumbing dan langit-langit," ucapnya.

Melalui bantua itu, Saut berharap masyarakat yang selama ini belum mampu melakukan tindakan dan pengobatan, mendapat akes dan terbantu untuk kembali pulih seperti masyarakat pada umumnya.

Di tempat yang sama, ketua Baznas Inhil, M Yunus Hasby mengatakan, kegiatan bakti sosial berupa pelayanan kesehatan gratis merupakan tanggung jawab moral Baznas. Kendati bantuan yang diberikan tidak seberapa, dia berharap itu mampu memberikan manfaat dan kekuatan mental bagi peserta yang akan menjalani operasi.

Yunus menambahkan, setelah kegiatan ini selesai, pihaknya akan melakukan evaluasi agar kegiatan yang sama dapat kembali dilaksanakan di tahun-tahun berikutnya.

"Sekurang-kurangnya menentukan waktu pengumuman kegiatan baksos agar bisa diatur lebih lama lagi sehingga masyarakat pun dapat bersiap," tutrnya.

Selanjutnya kata dia, persiapan rencana yang terstruktur guna mencakup peserta lebih banyak lagi.

"Misalnya bekerjasmaa dengan perangkat desa agar informasi yang kita sampaikan dapat diterima oleh masyarakat yang membutuhkan hingga ke pelosok desa," tambahnya. (Adv)