Perusahaan Jepang Tertarik Olah Sawit jadi Energi Terbarukan, Ini Tanggapan Pemkab Siak

id perusahaan jepang, tertarik olah, sawit jadi, energi terbarukan, ini tanggapan, pemkab siak

Perusahaan Jepang Tertarik Olah Sawit jadi Energi Terbarukan, Ini Tanggapan Pemkab Siak

Siak,(Antarariau.com) - Sebuah perusahaan asal Jepang melirik Kabupaten Siak, Provinsi Riau, untuk mengolah tandan buah segar dan cangkang kelapa sawit menjadi energi biodiesel atau bioenergi.

Perusahaan Crea Japan Inc menyampaikan ketertarikannya untuk mendirikan perusahaan kelapa sawit (PKS) di Kabupaten Siak, serta mengolah cangkang dan tandan buah segar kelapa sawit untuk dijadikan bahan bakar dan diekspor melalui pelabuhan Tanjung Buton.

"Perusahaan Crea Japan Inc begerak dibidang bahan bakar minyak, dan akan menjadikan kelapa sawit sebagai bahan baku untuk biodiesel," kata CEO perusahaan Crea Jepang Inc, Hayakawa Takuto melalui penerjemahnya Johan saat ekspos di Siak, Rabu.

Dia katakan, di Jepang kelapa sawit tidak dikonsumsi dan diolah menjadi minyak melainkan jadi bahan bakar biodiesel. Kelapa sawit bisa diolah menjadi energi terbarukan yang ramah lingkungan.

"Dengan begitu kami merencanakan akan membangun pabrik kelapan sawit di kabupaten Siak untuk mencapai tujuan tersebut," ungkap dia.

Mengenai maksud dan tujuan yang telah disampaikan calon investor Crea Japan Inc tersebut, Pemerintah Kabupaten Siak menyarankan perusahaan untuk tidak mendirikan pabrik kelapa sawit di Siak.

Sebab Pemkab Siak tidak bisa menjamin pasokan kelapa sawit akan terus ada sepanjang waktu, dikarenakan PT SPN yang ditunjuk untuk bekerjasama tidak memiliki lahan atau perkebunan kelapa sawit. Selain itu, petani-petani sawit tidak bisa diatur atau dihalangi ingin menjual hasil perkebunannya ke pihak manapun.

Disisi lain, Direktur KITB Soeharto menjabarkan rencana utama Kawasan Industri Tanjung Buton yang tengah digarap tersebut kepada investor. t

Termasuk penjelasan lokasi KITB yang sangat strategis karena berada pada jalur pelayaran internasional.

"Saat ini KITB sangat membuka diri kepada tiap calon investor yang ingin menanamkan modalnya di kabupaten Siak ataupun ekspor melalui pelabuhan Tanjung Buton. Asalkan berdasarkan regulasi yang berlaku," ungkap dia.

Pertemuan yang juga dihadiri sejumlah pimpinan OPD dilingkup pemkab siak ini mendiskusikan berbagai hal termasuk kendala dan beberapa kekurangan yang terdapat dalam kawasan industri tanjung buton. Seperti halnya infrastruktur yang belum memadai seperti jalan, dan listrik.

Sementara Kepala Badan Penanaman Modal Siak Heriyanto, menyebutkan bahwa pemerintah daerah akan memfasilitasi investor dalam pengurusan perizinan karena saat ini sistem kemudahan dan cepat dapat dilakukan untuk menciptakan iklim investasi yang berkembang.

"Namun yang perlu menjadi catatan penting ialah, perusahaan Crea Japan Inc agar berkoordinasi dengan Kementerian terkait di Jakarta, guna memastikan investasi yang akan dilakukan di KITB nantinya bisa berjalan sesuai dengan tujuan," ucapnya.

Sebelumnya, pada November 2017 lalu, dua perusahaan Jepang DJS Holding Inc Japan dan Tess Engineering Co juga berniat menanamkan investasinya di Kabupaten Siak guna membangun pabrik pengolah tandan kosong serta tandan buah segar Kelapa Sawit menjadi bahan bakar.