Gubernur Riau dukung perusahaan Jepang investasi energi surya, begini penjelasannya

id pembangkit listrik tenaga surya,plts,gubernur riau,Berita riau antara,Berita riau terbaru

Gubernur Riau dukung perusahaan Jepang investasi energi surya, begini penjelasannya

Ilustrasi. Petugas membersihkan permukaan panel surya (solar cell) Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) . ANTARA FOTO/Anis Efizudin/wsj. (ANTARA FOTO/ANIS EFIZUDIN)

Pekanbaru (ANTARA) - Gubernur Riau, Syamsuar, memberikan dukungan kepada perusahaan bidang energi terbarukan asal Jepang, AfterFit Co., Ltd. yang sedang menjajaki untuk melakukan ekspansi bisnis pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berskala besar di daerah tersebut.

Gubernur Riau Syamsuar dalam pernyataan pers yang diterima ANTARA di Pekanbaru, Selasa, mengatakan perwakilan AfterFit dan PT Prima Khatulistiwa Energi telah melakukan pertemuan membahas hal tersebut di Kota Pekanbaru pada Senin malam (24/8).

Intinya, Syamsuar mengatakan AfterFIT melirik tiga daerah di Provinsi Riau untuk proyek PLTS, yakni di Tanjung Buton Kabupaten Siak, Kabupaten Kepulauan Meranti, dan Kabupaten Bengkalis.

"Kami mendukung investasi dari PT AfterFIT Indonesia dalam membangun listrik bertenaga surya di tiga daerah yang disebutkan," kata Syamsuar.

Ia menilai, dengan adanya PLTS maka akan sangat membantu Provinsi Riau, sebab masih banyak desa-desa di Riau yang belum mendapatkan penerangan listrik.

Perwakilan AfterFIT Jepang di Indonesia, Saito, mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan Pemprov Riau atas kepercayaan yang diberikan dalam rencana proyek tersebut. Saito berjanji untuk segera merealisasikan rencananya di Provinsi Riau. Menurut dia, perusahaan tersebut menargetkan akan membangun PLTS berdaya 50 megawatt di setiap provinsi di Indonesia.

"Kami akan membawa energi yang lebih ramah lingkungan untuk membuat listrik dari teknologi yang kami punya di Jepang dan berinvestasi di indonesia," kata Saito.

CEO PT Prima Khatulistiwa Sinergi, Alexander menambahkan, dipilihnya tiga daerah tersebut sebagai rencana proyek PLTS karena tingginya tingkat radiasi cahaya matahari di sana dan juga daerah tersebut dinilai masih belum stabil suplai listriknya dari perusahaan pemerintah.

Selain itu, ia menilai sistem kelistrikan di Kabupaten Bengkalis dan Kepulauan Meranti belum ada jaringan yang terkoneksi dari Sumatera atau belum ada pengontrol jumlah daya dari PLN. “Lalu adanya kecenderungan tentang kenaikan kebutuhan listrik terutama di tiga daerah tersebut,” katanya.

Ia melihat, meskipun sebagian wilayah di Indonesia adalah pegunungan, namun pada umumnya daerahnya datar. Sehingga sebutnya, untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga surya sangat memungkinkan di Indonesia.

"Nantinya PT AfterFIT Indonesia akan masuk dan membuat satu perusahaan khusus untuk masing-masing daerah bersama partner lokal dan investor lain apabila ingin bergabung," ujarnya.

Secara umum, ia melihat Indonesia memiliki potensi tersendiri dalam pengembangan listrik tenaga surya. "Tingkat radiasi rata-rata di Indonesia itu sebesar 4.9 kwh per hari. Sedangkan di Jepang cuma 3.2 kwh per hari. Ada perbedaan cukup signifikan antara Jepang dan Indonesia. Jadi indonesia sangat signifikan sekali dalam hal ini," ujarnya.

Baca juga: PLTS Atap jadi alternatif saat konsumsi listrik meningkat

Baca juga: Plt Bupati Siak Resmikan PLTS BencahUmbai

Baca juga: Kementrian ESDM Serahkan Bantuan PLTS Untuk Masyarakat Meranti