Sekda Pekanbaru Geram Lantaran Aksi Donor Darah Korpri Sepi Peminat

id sekda pekanbaru, geram lantaran, aksi donor, darah korpri, sepi peminat

Pekanbaru (Antarariau.com) - Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru tampak berang dan kecewa menyaksikan aksi donor darah sempena peringatan Hari Ulang Tahun Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) ke-46 tahun 2017 setempat yang minim peminat hanya diikuti oleh 14 Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Subahanallah kawan-kawan jajaran Pemko Pekanbaru tercinta, sudah susah payah panitia dan unit darah PMI buat acara hanya 14 orang atau kantong darah yang didapat, luar biasa, " kata Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru M Noer melalui WA kepada media di Pekanbaru, Rabu.

M Noer yang juga sekaligus Kepala Palang Merah Indonesia Kota Pekanbaru ini merasa malu melihat kurangnya rasa solidaritas dan tanggungjawab moril ASN di wilayah kerjanya jika dibandingkan dengan perusahaan berada di pinggiran dan pelosok.

Apalagi moment ini dikaitkan dengan HUT Korpri harusnya ada harapan panitia akan mendapat kantong darah lebih banyak dari aksi ini guna membantu kebutuhan darah masyarakat yang memerlukan.

M Noer sampai membandingkan begitu besarnya potensi ASN dan Tenaga Harian Lepas (THL) di lingkungan Pemko Pekanbaru saat ini mencapai 10.000 orang.

"Begitu banyak jumlah ASN ditambah THL hampir 10.000.Tetapi yang bersedia hanya14 orang," tuturnya kecewa.

Karena itu M Noer memohon hal ini jadi perhatian Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) setempat, termasuk yang jumlahnya besar seperti Dinas Pendidikan agar mengutus pendonor minimal satu orang guru dari satu sekolah. Sebab jima itu bisa digerakkan berapa banyak yang bisa hadir, begitu juga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ada 34.

"Jangankan lima yang ikut dua orang saja berarti sudah 68 orang, tetapi faktanya subahanallah miris, " curhatnya.

M Noer juga menggugah lewat kejadian ini agar para ASN merasa malu dengan tidak ikut mendonorkan darahnya kepada masyarakat. Sebab pada dasarnya jika memang memenuhi syarat justru aksi tersebut baik untuk kesehatan diri pendonor.

Selain bisa membantu mereka yang membutuhkan transfusi darah, juga sebagai amal ibadah.

"Malunya kita jika dibanding pihak lain satu perusahaan swasta yang orangnya tugas di hutan dan wilayah terpencil, tidak ada jaminan gaji seperti kita bisa bersama-sama mau mendonor darahnya untuk orang lain sampai 1.500 kantong. Kok kita nggak mau ya, padahal untuk membantu orang lain mungkin sedang sekarat," tegasnya .

Karena itu, ia berharap ke depan acara seperti ini lebih diberikan perhatian oleh para ASN selain pimpinan SKPD nya mengingatkan serta menumbuhkan kesadaran serta kepedulian bagi orang lain.

Dari data yang terkumpul 14 orang pendonor dari ASN Pemko Pekanbaru didapat golongan A: 5, B: 3, AB: 2, O: 4 dan 2 di tolak karena tidak memenuhi syarat karena hemoglobin darah rendah.

Pewarta :
Editor: Vera Lusiana
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar