Bantuan Untuk Pengungsi Rohingya Dari Kemenag Dumai Mencapai Rp11,5 Juta

id bantuan untuk pengungsi rohingya dari kemenag dumai mencapai rp115 juta

Bantuan Untuk Pengungsi Rohingya Dari Kemenag Dumai Mencapai Rp11,5 Juta

Pekanbaru (Antarariau.com) - Kantor Kemenag Kota Dumai kembali menghimpun Rp11,5 juta bantuan kemanusian untuk muslim Rohingya di Provinsi Rakhine, Myanmar.

"Dana tersebut berasal dari pegawai Kemenag Dumai dan beberapa madrasah di daerah itu," kata Kasubbag Tata Usaha Kemenag Kota Dumai, Zulkifli Hasibuan, Rabu.

Menurut Zulkifli, bantuan ini jangan dinilai dari jumlahnya yang bisa dikumpulkan akan tetapi lihat dari partisipasi dan kepedulian pegawai dan siswa madrasah yang cukup tinggi.

Dana tersebut, katanya, diharapkan bisa meringankan beban saudara-saudara Muslim Rohingya yang kini telah banyak mengungsi akibat tragedi kemanusiaan itu.

Kepala Kanwil Kemenag Riau Ahmad Supardi mengatakan hingga kini dana yang telah dihimpun dari pegawai di lingkungan Kanwil Kemenag Riau dan madrasah se-kabupaten dan kota di Provinsi Riau mencapai Rp186.278.900.

Sisa waktu yang tinggal 3 hari lagi, katanya, diingatkan kembali kepada kabupaten/kota yang belum menyampaikan bantuannya untuk segera menyampaikannya ke Bidang Penaiszawa Kanwil Kemenag Riau.

Demi kemanusiaan Rohingya, Kanwil Kemenag Riau masih memperpanjang waktu pengumpulan bantuan kemanusiaan itu hingga akhir September 2017.

"Untuk kabupaten dan kota atau madrasah yang belum menyampaikan bantuannya, kita himbau agar segera mengantarkannya ke Kanwil Kemenag Riau. Sebab dijadwalkan 4 Oktober 2017 bantuan terkumpul akan diserahkan langsung ke Kemenag RI untuk diteruskan ke Kemenlu RI yang selanjutnya akan disalurkan ke Rohingya,"katanya.

Jika berangkat langsung kesana tentu akan membutuhkan biaya besar sehingga penyaluran bisa saja dilakukan melalui Kemenag Pusat atau MUI.

"Bantuan yang masuk memang tidak seberapa jumlahnya, akan tetapi jangan dilihat dari jumlah nominalnya, lihatlah dari kepedulian dan niat baik yang dilakukan," katanya.

Pada kesempatan itu, Ahmad Supardi Hasibuan menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas perlakuan intimidasi dan kekerasan yang dilakukan oleh oknum militer Myanmar terhadap muslim Rohingya.

"Kita sangat berharap bantuan ini akan sampai ke Myanmar sehingga bantuan ini tidak sia-sia dan berharap pemerintah Indonesia bersatu bergerak bersama melakukan langkah konkrit agar kekerasan yang terjadi bisa dihentikan," katanya.