Bupati Inhil Gelar Pertemuan Dengan Tokoh Masyarakat Bahas Maghrib Mengaji

id bupati inhil, gelar pertemuan, dengan tokoh, masyarakat bahas, maghrib mengaji

Tembilahan (Antarariau.com) - Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Riau Muhammad Wardan gelar pertemuan bersama alim ulama tokoh masyarakat sebagai ajang silaturahim sekaligus membahas program kerja maghrib mengaji.

"Pertemuan ini dilaksanakan untuk menjalin silahturahim membangun ukhuwah islamiyah antar pemerintah dengan alim ulama serta Mengevaluasi dan meyamakan persepsi terhadap program magrib mengaji yang telah dicanangkan sejak tiga tahun lalu," kata Bupati Inhil Muhammad Wardan di Tembilahan, Kamis.

Ia mengungkapkan, untuk mengembangkan dan memajukan program maghrib mengaji perlu adanya dukungan dari semua pihak baik berupa masukan, informasi dan pemikiran-pemikiran. Untuk itulah pertemuan dalam rangka berdialog seperti ini perlu dilakukan.

Lebih lanjut ia mengatakan, program mghrib mengaji ini hendaknya tidak hanya sebatas selogan belaka, kita ingin memperkuat budaya dan kebiasaan orang-orang tua kita seperti di perkampungan yang sangat aktif melakukan pengajian di setiap mesjid.

"Sebagaimana dulunya kabupaten Inhil diberi julukan kota atau negeri lumbungnya para Qori dan Qoriah, kejayaan inilah yang perlu kita bangkitkan kembali dan kita hidupkan kembali. Semoga ini menjadi keinginan kita bersama,"ungkapnya.

Ia juga menerangkan, ketika dibuka sesi dialog, dirinya mendapatkan berbagai masukan,usul dan saran baik berupa pola manajemen, transparasi, keikutsertaan semua pihak, serta metode yang baik dalam rangka perbaikan agar program maghrib mengaji benar-benar dapat memasyarakat serta dapat terlaksana dengan baik.

"Saya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang hadir secara bersama-sama demi menjadikan program magrib mengaji lebih baik lagi, segala masukan tentunya menjadi catatan bagi saya," ujarnya.

Selain itu, ia meminta agar terus dilakukan pengawasan terhadap aktifitas kegaiatan proses pembalajaran dari kegiatan magrib mengaji dalam hal ini tentunya keterlibatan Ikatan Mesjid Indonesia (IKMI), begitu juga metode yang sesuai agar dievaluasi sehingga dapat di rumuskan satu program untuk perbaikan gerakan magrib mengaji ini.

"Dalam hal ini, saya sudah meminta kepada Pegawai Negeri Sipil yang berada di lingkungan mesjid untuk senantiasa menjadi penggerak, mendukung serta mendorong agar program maghrib mengaji ini mampu membudaya," ucapnya.

Pertemua dalam rangka Silaturahim dan evaluasi gerakan maghrib mengaji digelar di Mesjid agung Al-Huda Kota Tembilahan turut hadir dalam pertemuan Kadis Kelautan dan Perikanan, Kadis Pendidikan, Kaban BPMPD, Kemenag, Ketua Ikatan Mesjid Indonesia (IKMI), Kabag Kesra Camat se Inhil, KUA se Inhil, Alim ulama, Tokoh masyarakat, Pengurus dan Jajaran IKMI se Inhil, para imam mesjid se Kecamatan Tembilahan dan Tembilahan Hulu serta 200 orang peserta. (ADV)

Oleh: Adriah Akil

Pewarta :
Editor: Antara
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Komentar