Antisipasi Beredarnya Kunci Jawaban, Disdik Pekanbaru Perketat lagi Pengawasan UN

id antisipasi beredarnya, kunci jawaban, disdik pekanbaru, perketat lagi, pengawasan un

Antisipasi Beredarnya Kunci Jawaban, Disdik Pekanbaru Perketat lagi Pengawasan UN

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, menegaskan memperketat pengawasan bagi peserta Ujian Nasional tingkat SMA sederajat, untuk mengantisipasi beredarnya kunci jawaban dikalangan siswa.

"Kami memang tidak tahu pasti kebenaran beredarnya kunci jawaban UN, itu merupakan isu lama sejak dulu," ungkap Kadisdik Pekanbaru, Abdul Jamal, di Pekanbaru, Rabu.

Menurut Abdul Jamal itu ulah oknum diluar lingkungan sekolah yang tidak bertanggungjawab.

Untuk itu guna memproteksi para siswa dari pengaruh isu beredarnya kunci jawaban UN, pihaknya menempatkan tim pengawas didalam pelaksanaan UN.

"Dari sisi pengamanan soal ada pihak kepolisian yang menjaga," urainya.

Kalau internal sekolah ada guru pengawas dan berbagai aturan yang ketat dalam pelaksanaan UN.

"Kami melarang peserta UN membawa buku, barang elektronik, HP dan sebagainya selain alat tulis saat ujian," tegasnya.

Selain itu kapasitas ruangan ujian juga diciptakan tidak terlalu padat hanya untuk 20 orang dengan guru pengawas yang disilang antar sekolah.

"UN kita ini banyak juga yang memantau pelaksanaannya, ada ombusdman, polisi, dan sebagainya, jadi mana bisa ada beredar kunci jawaban," tuturnya.

Meski ia tidak bisa menampik hal ini beredar diluar sekolah, namun sejak awal pihaknya sudah mengingatkan siswa lewat para guru dan wali murid agar tidak percaya kepada tawaran isu kunci jawaban UN.

"Ia UN SMA dengan cara lembar jawaban sudah selesai, tinggal lagi SMK dan UNBK," tambahnya.

Diberitakan sebelumnya ada 15.342 siswa SMA sederajat di Pekanbaru ikut ujian dengan lembar jawaban dan dalam jaringan (Daring).

"Sebanyak 6.000 an Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), yang berasal dari 23 sekolah SMA dan SMK.