Dari ribuan warga binaan Rutan Sialang Bungkuk, hanya 150 yang bisa nyoblos

id Rutan Sialang Bungkuk,Pemilu 2024

Dari ribuan warga binaan Rutan Sialang Bungkuk, hanya 150 yang bisa nyoblos

Pelaksanaan Pemilu 2024 di Rutan Kelas I Sialang Bungkuk, Pekanbaru. (ANTARA/Annisa Firdausi)

Pekanbaru (ANTARA) - Sebanyak 150 warga binaan memberikan hak suaranya di dua tempat pemungutan suara (TPS) di Rutan Kelas I Pekanbaru, Rabu.

Kepala Rutan Kelas I Pekanbaru Erwin S Siregar saat ditemui menyebutkan pemungutan suara di Rutan Sialang Bungkuk sudah ditetapkan sejak keluarnya daftar pemilih tetap (DPT) pada 2023 lalu.

"Namun seiring berjalannya waktu, DPT yang ada bisa berubah. Ada warga binaan yang yang masuk dan ada yang keluar," terangnya kepada awak media.

Dikatakan Erwin, dari total 1.913 penghuni Rutan Kelas I Sialang Bungkuk Pekanbaru, hanya 150 napi yang berhak memilih. Sedangkan 1.763 napi tidak dapat mengikuti pencoblosan. Pasalnya, ribuan napi itu tidak memiliki KTP atau tidak terdaftar dalam DPT.

"Dari 150 warga binaan Rutan Sialang Bungkuk yang tercatat KPU, 105 di antaranya memiliki KTP. Sedangkan 45 orang lainnya merupakan Daftar Pemilih Tambahan (DPTb)," lanjutnya.

Erwin menyebutkan pihaknya telah berupaya menghubungi keluarga napi di luar, namun hanya 150 orang saja yang memiliki identitas dan terdaftar.

Proses pemungutan suara di Rutan Sialang Bungkuk berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 13.00 WIB.

"Proses pemungutan suara sudah berlangsung sejak jam 9 pagi dan sampai saat ini berjalan dengan aman, tertib, dan lancar," pungkasnya.