Dewan Pariwisata Dunia sebut China akan jadi pasar perjalanan dan wisata terbesar

id Berita hari ini, berita riau terbaru, berita riau antara, China

Dewan Pariwisata Dunia sebut China akan jadi pasar perjalanan dan wisata terbesar

Para calon penumpang melewati gerbang tiket di Stasiun Kereta Api Utara Shenzhen di Shenzhen, Provinsi Guangdong, China, pada 28 September 2023. (ANTARA/Xinhua/Mao Siqian)

Makau (ANTARA) - CEO Dewan Perjalanan dan Pariwisata Dunia (World Travel & Tourism Council/WTTC) memprediksi bahwa China akan menjadi pasar perjalanan dan pariwisata terbesar di dunia dalam tiga atau lima tahun mendatang seiring pemulihan sektor pariwisata dari pandemi COVID-19 yang berjalan "dengan sangat baik".

"China akhirnya dibuka kembali, dan kami melihat pemulihan menyeluruh," ujar Presiden sekaligus CEO WTTC Julia Simpson kepada Xinhua dalam sebuah sesi wawancara di Forum Ekonomi Pariwisata Global (Global Tourism Economy Forum/GTEF) yang baru-baru ini diselenggarakan di Makau, China.

Seraya mengatakan bahwa sebelum pandemi merebak, sektor perjalanan dan pariwisata mewakili 1 dari setiap 10 dolar AS yang dihasilkan di planet ini, 10 persen dari perekonomian global, dan satu dari 10 pekerjaan, pandemi menyebabkan hilangnya pekerjaan dan penutupan bisnis dalam jumlah besar, ujar CEO WTTC tersebut.

"Namun hingga akhir 2023, kita seharusnya sudah kembali mendekati angka 10 triliun dolar AS yang diraup oleh sektor ini secara global," tuturnya.

Mengusung tema "Destinasi 2030: Menyingkap Kekuatan Pariwisata untuk Bisnis dan Pembangunan" (Destination 2030: Unlocking the Power of Tourism for Business and Development), forum yang digelar pada 20-23 September itu mempertemukan para perwakilan dari pemerintah, destinasi wisata, dan bisnis.

Seorang turis yang mengenakan Hanfu, sejenis pakaian tradisional Tiongkok, berpose untuk foto dengan latar belakang lentera Festival Pertengahan Musim Gugur di Shanghai, Tiongkok timur, 28 Agustus 2022. (Xinhua/Chen Fei)

Menurut data Organisasi Pariwisata Dunia, pariwisata internasional terus mengalami pemulihan dari krisis terburuk dalam sejarahnya, seiring jumlah kedatangan pelancong pada periode Januari-Juli 2023 mencapai 84 persen dari level prapandemi.

Optimalisasi dan penyesuaian langkah-langkah respons COVID-19 di China, dan pembukaan kembali pasar dan destinasi Asia lainnya, diperkirakan akan terus mendongkrak jumlah perjalanan baik di dalam kawasan tersebut maupun belahan dunia lainnya, kata organisasi tersebut dalam sebuah rilis pers pekan ini.

Berkenaan dengan prospek sektor perjalanan dan pariwisata China, Simpson mengatakan bahwa "China merupakan pasar yang sangat penting. Nilainya mencapai 1,8 triliun dolar AS. Nilai tersebut sempat menurun selama pandemi, namun kini China telah dibuka kembali, dan warga China kembali bepergian.

Selain itu, orang-orang juga mulai mengunjungi China. Prospeknya sangat cerah."

"Kami memprediksi bahwa, dalam tiga hingga lima tahun mendatang, China akan menjadi pasar perjalanan dan pariwisata terbesar ... Sungguh luar biasa," tutur Simpson.

WTTC merupakan organisasi nirlaba yang didirikan pada 1990 dan berbasis di London. Para anggotanya mencakup CEO, ketua, dan presiden bisnis perjalanan dan pariwisata sektor swasta dari seluruh dunia.

Simpson juga mengumumkan bahwa Jin Jiang International, perusahaan pariwisata dan perhotelan milik negara China yang berkantor pusat di Shanghai, telah menjadi mitra baru WTTC.

Baca juga: Pemprov Riau memprogramkan destinasi wisata religi berbasis masjid

Baca juga: Kemenparekraf kuatkan sinergi antara desa wisata untuk tingkatkan ekonomi