Hong Kong akan tolak produk laut dari Jepang terkait Fukushima

id Berita hari ini, berita riau terbaru, berita riau antara, Jepang

Hong Kong akan tolak produk laut dari Jepang terkait Fukushima

Foto yang menunjukkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima Daiichi dilihat dari Futabacho, Futabagun, Prefektur Fukushima, Jepang, (6/3/2023). (Xinhua/Zhang Xiaoyu)

Hong Kong (ANTARA) - Pemimpin Hong Kong John Lee pada Selasa (11/7) mengatakan kota itu akan menolak produk laut berasal dari mayoritas prefektur di Jepang jika Tokyo bersikukuh melaksanakan rencananya membuang air radioaktif dari reaktor Fukushima yang telah diolah ke laut.

Hong Kong merupakan pasar ekspor produk pertanian dan perikanan terbesar kedua bagi Jepang, sedangkan China daratan merupakan pasar terbesar.

Rencana Jepang yang disetujui oleh pengawas nuklir PBB, IAEA, menghadapi tentangan di dalam dan luar negeri terkait keamanan produk makanan. Tokyo menyatakan pembuangan air itu aman dan telah memenuhi standar internasional.

Saat ini Hong Kong menolak pengiriman dari satu prefektur dan "pasti akan diperluas", kata Lee, Kepala Eksekutif Daerah Administratif Khusus Hong Kong, dalam temu media.

"Jika rencana itu benar-benar dilaksanakan, kami akan menolak produk laut dari banyak prefektur," kata Lee.

Minggu lalu, China menyatakan akan memperketat pengawasan terhadap makanan dari Jepang dan mempertahankan pembatasan pada beberapa impor dari Jepang. Korea Selatan menyatakan larangan terhadap makanan dan impor produk laut dari kawasan Fukushima akan tetap dipertahankan.

Lee mengatakan telah meminta Sekretaris untuk Lingkungan dan Ekologi Hong Kong untuk membentuk tim lintas departemen untuk merancang rencana aksi kota itu. Pemerintah akan mengambil tindakan pasti dan mengumumkan detil rencana tersebut ke publik sesegera mungkin, ujarnya.

"Industri katering akan terpengaruh, tapi saya yakin mereka akan memahami bahwa kita terpaksa mengambil keputusan ini karena hal ini belum pernah terjadi sebelumnya," katanya.

Pada 2022, Jepang mengekspor 75,5 miliar yen (536 juta dolar AS) dalam bentuk produk perikanan ke Hong Kong, menurut statistik pemerintah Jepang.

Baca juga: Pengamat: Rencana pembuangan air limbah nuklir Jepang picu risiko

Baca juga: Hari Laut Sedunia, Pemerintah Jepang diminta untuk tidak buang limbah nuklir