BPBD minta warga waspadai rob di utara Jakarta pada 16-19 Februari

id Berita hari ini, berita riau terbaru, berita riau antara, rob

BPBD minta warga waspadai rob di utara Jakarta pada 16-19 Februari

Warga memotret ketinggian air laut di Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu, Selasa (24/5/2022). (ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna)

Jakarta (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI meminta warga untuk mewaspadai potensi rob atau banjir pesisir utara Jakarta pada 16-19 Februari 2023 karena dipicu fase bulan baru.

"Adanya fenomena fase bulan baru (super new moon) yang bersamaan dengan perige atau jarak terdekat bulan ke bumi," kata Kepala Satuan Pelaksana Pengolahan Data dan Informasi BPBD DKI Michael Sitanggang di Jakarta, Kamis.

Ia menjelaskan fenomena tersebut berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum.

Berdasarkan pantauan data level ketinggian air dan prediksi pasang surut, banjir pesisir berpotensi terjadi di beberapa wilayah pesisir Indonesia, di antaranya pesisir utara DKI Jakarta.

Masyarakat pesisir, lanjut dia, diimbau untuk selalu waspada dan siaga mengantisipasi dampak dari pasang maksimum air laut.

BPBD DKI mengimbau masyarakat memantau informasi terkini mengenai gelombang air laut melalui laman: bpbd.jakarta.go.id/gelombanglaut.

"Jika menemukan keadaan darurat yang membutuhkan pertolongan, segera hubungi Call Center Jakarta Siaga 112," imbuhnya.

Selain itu, BPBD DKI juga mengimbau masyarakat untuk menginformasikan adanya rob melalui aplikasi pengaduan Jakarta Kini (JaKi).

Di sisi lain, untuk mengantisipasi banjir rob BPBD DKI menggandeng sekaligus koordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) dan instansi terkait lain untuk penanganan bencana.

Koordinasi itu untuk membantu penanganan genangan atau rob di wilayahnya masing-masing dengan melakukan penyedotan air dan memastikan tali air berfungsi dengan baik.

BPBD DKI juga memiliki ruang pusat komando (Command Center) bencana untuk mengawasi penanganan dan kondisi genangan/rob di Jakarta.

Pengawasan itu dilakukan untuk memastikan koordinasi antar instansi berjalan dengan baik dan genangan dapat segera diatasi sehingga aktivitas masyarakat tidak terhambat.

BPBD DKI memiliki 267 personel dalam tim reaksi cepat (TRC) untuk mengatasi genangan atau rob di Ibu Kota.

Selain personel, pihaknya juga menyiagakan ratusan pompa stasioner dan pompa keliling untuk menyedot banjir.

Baca juga: Peristiwa banjir rob masih membayangi warga di Utara Jakarta

Baca juga: BMKG prediksi banjir rob di sebagian Jawa akan berlangsung hingga 25 Mei