Polisi Riau temukan indikasi SPBU lakukan pelanggaran pendistribusian solar

id Distribusi solar subsidi,solar langka,bbm bersubsidi

Polisi Riau temukan indikasi SPBU lakukan pelanggaran pendistribusian solar

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau Kombes Pol Ferry Irawan saat diwawancarai awak media. (ANTARA/dok)

Pekanbaru (ANTARA) - Pihak kepolisian mengaku menemukan SPBU yang terindikasi melakukan pelanggaran pendistribusian solar bersubsidi dengan modus memfasilitasi masyarakat membeli BBM tersebut dengan jeriken dan juga mobil yang dimodifikasi agar bisa menampung minyak dengan jumlah banyak.

"Banyak oknum masyarakat yang membeli dengan jeriken bahkan menggunakan kendaraan mobil yang dimodifikasi. Di Pekanbaru ditemukan di beberapa titik," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau Kombes Pol Ferry Irawansaat ditemui awak media di Pekanbaru, Senin.

Terkait dugaan adanya BBM subsidi solar yang didistribusikan ke perusahaan, Ferry mengaku sempat mendengar informasi itunamun belum menemukan bukti.

"Memang kita mendengar itu, tapi sampai hari ini kita baru menemukan data atau pelaku yang menggunakan jeriken atau mobil modifikasi. Pendistribusian, dia jual ke mana? Ini masih kita terus dalami," tutur Ferry.

Lanjutnya, perusahaan penampung solar subsidi tentu bisa ditindak tegas. Maka dari itu, ia meminta perusahaan agar mengikuti aturan yang sudah ada ditetapkan pemerintah.

"Siapa pun yang membeli solar di luar solar industri, kita akan lakukan penindakan. Kita angkat kasusnya, jumlah kasus nanti akan kami berikan datanya," lanjutnya.

Disebutkan Ferry, sebagaimana instruksi Kapolda Riau Irjen Pol Mohammad Iqbal, pihaknya akan terus melakukan pantauan terhadap situasi dan kondisi di lapangan.

"Kita terus mengawasi pelaksanaan kegiatan. Pertamina terus berkoordinasi dan memantau bersama kita tentang pelaksanaan distribusi BBM bersubsidi di SPBU," pungkasnya.

Saat ini hampir di semua SPBU di Kota Pekanbaru dan sekitarnya mengalami banyak antrean kendaraan yang membeli solar bersubsidi sehingga menimbulkan kemacetan lalulintas.