Peringatan Hari Air sedunia di Siak, ada pemasangan Biopori dan penanaman pohon

id Hari air, Siak, biopori, pohon

Peringatan Hari Air sedunia di Siak, ada pemasangan Biopori dan penanaman pohon

Bupati Siak dan Kepala BWS Sumatera III ketika melakukan penanaman pohon. (ANTARA/HO-Pemkab Siak)

Siak (ANTARA) - Peringatan puncak hari air sedunia ke-30 oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatra III Pekanbaru Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di Kabupaten Siak dilakukan dengan pemasangan Biopori untuk peresapan air tanah.

Kepala BWS III, Ir. Sahril mengatakan di Siak, Rabu bahwa infrastruktur sudah dibangun tapi suasananya belum hijau. Oleh karena itu dilakukan kegiatan diSistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Ibu kota Kecamatan (IKK) Siak sambil penghijauan.

"Kita pasang biopori yang fungsinya untuk peresapan air tanah sesuai dengan tema Melestarikan Air Tanah Berkesinambungan (Mantab). Makanya kita pilih di Siak," katanya didampingi Bupati Siak, Alfedri dan Kepala Dinas PU Tata Ruang dan Permukiman, Irving Kahar.

Kegiatan pemasangan 10 biopori itu dilakukan beriringan dengan penanaman 50 pohon seperti kedondong, lengkeng, dan lainnya. Kegiatan ini juga dilakukan di seluruh Indonesia yang dipandu secara daring oleh Kementerian PUPR dari Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Dikatakan Sahril air adalah aspek penting dalam mengimbangi laju pertumbuhan penduduk yang berpengaruh pada kecukupan. Namun keberadaan air sebagai sebagai sumber daya alam sudah mencapai titik kritis.

Makanya Persatuan Bangsa Bangsa mengeluarkan resolusi pada 22 Maret 1993 sebagai hari air dunia. Untuk itu harus ditinggalkan mata air untuk keberlangsungan hidup anak cucu generasi penerus nantinya.

Sementara itu Bupati Siak, Alfedri mengapresiasi daerahnya dipilih untuk peringatan hari air sedunia ke-30 tingkat Provinsi Riau. Menurutnya air sangat diperlukan untuk kehidupan manusia, jadi diingatkan jangan terlalu menggunakan air secara berlebihan.

"Karena diperkirakan nanti karena pertumbuhan penduduk dan perubahan iklim serta keperluan industri, 2060 ada kekurangan air. Jadi sangat perlu melakukan berbagai upaya melestarikan air tanah sebagai sumber baku," ujarnya.

Hal ini lanjutnya sejalan dengan Program Siak Kabupaten hijau yang sudah diatur dalam Peraturan Daerah. Ini kata dia yang pertama di Riau dan mungkin juga di Indonesia dengan prinsip pembangunan keberlanjutan.

Kementerian PUPR di Siak tambah dia telah memberikan infrastruktur seperti SPAM IKK Siak indoor ini yang dibangun oleh BWS III dan Balai Prasarana Permukiman Wilayah Riau. Begitu juga irigasi pompanisasi di Bungaraya utk pengolahan sawah 2.300 ha senilai Rp53 mulai dengan tiga tahap.

"Juga sudah melakukan pembangunan jalan dari Simpang Lago, Simpang Buatan ke Simpang Siak senilai Rp122 miliar," ungkapnya.

Ke depan dia mengharapkan pengadaan air bersih di kawasan Industri Tanjung Buton untuk industri dan empat kampung bersumber dari Sungai Rawa. Selain itu juga berharap dibangun jalan ke pelabuhan Pelindo Perawang walaupun statusnya jalan kabupaten tapi ini adalah pelabuhan di bawah Kementerian Perhubungan.