Pemerintah berkomitmen dukung sinergi pengembangan industri penunjang migas

id Berita hari ini, berita riau antara,berita riau terbaru,migas

Pemerintah berkomitmen dukung sinergi pengembangan industri penunjang migas

TKDN Hulu Migas mencapai 58 persen melebihi target dari pemerintah (ANTARA/HO/IST)

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Indonesia berkomitmen mendukung sinergi pengembangan industri penunjang minyak dan gas agar produk dalam negeri mampu memenuhi spesifikasi, mutu, dan kebutuhan kegiatan operasi hulu migas.

"Kita tahu migas itu heavy capital, heavy risk. Orang akan berhitung untuk berinvestasi. Karena itu supaya (industri penunjang migas) berkembang perlu keterbukaan dan partnership," kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Tutuka Ariadji dalam keterangan yang dikutip di Jakarta, Jumat.

Baca juga: Industri dalam negeri raih kontrak hulu migas sekitar Rp23 triliun

Tutuka menjelaskan industri migas memerlukan modal besar, teknologi canggih, dan risiko tinggi. Hal ini harus disadari oleh industri penunjang nasional karena ada standar dan spesifikasi internasional yang harus dipenuhi, sehingga industri kecil tidak bisa berdiri sendiri.

Dia mengakui bukan hal yang mudah bagi industri penunjang migas nasional agar produknya mampu bersaing dengan barang dan jasa impor, sehingga sinergi dengan berbagai pihak akan membuat industri lokal mampu meningkatkan kualitas mereka dengan harga yang kompetitif dan penyelesaian yang tepat waktu.

Baca juga: Menko Luhut minta sektor migas utamakan pertumbuhan industri dalam negeri

"Di industri migas ini tidak ada KKKS yang langsung terima produk tanpa ada spesifikasi yang sudah terbukti cukup lama dipakai, tidak ada coba-coba untuk peralatan seperti itu karena harus teruji dulu dan itu bisa dicapai dengan partnership, harus komunikasi dengan KKKS," ungkap Tutuka.

Beberapa produk penunjang migas yang belum dapat diproduksi industri nasional, antara lain turbin.

Baca juga: BPH Migas diminta bertindak cepat terkait kelangkaan bahan bakar minyak solar

"Semua kita bisa buat, tapi begitu di turbin atau motor, kita impor. Jadi teknologi yang advance itu dikuasai mereka (pemain global), kita memang belum sampai ke sana," tambahnya.

Saat ini terdapat 224 perusahaan industri penunjang migas dan 363 perusahaan jasa penunjang migas yang terdaftar di dalam Buku Apresiasi Produksi Dalam Negeri (APDN).

Baca juga: Energi baru terbarukan dan peran strategis hulu migas

Buku tersebut merupakan acuan dalam pengadaan barang dan jasa serta sebagai pengendalian impor barang operasi pada kegiatan usaha hulu migas.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menyampaikan TKDN hulu migas mencapai 58 persen pada pembelanjaan barang dan jasa hulu migas per September 2021.

Capaian ini berada di atas target yang ditetapkan pemerintah sekitar 50 persen pada 2024, sehingga peningkatan kapasitas nasional sangat tergantung kepada kemampuan industri lokal.