Pangeran Harry jadi pusat perhatian di acara pemakaman kakeknya

id Berita hari ini, berita riau terbaru, berita riau antara, Pangeran harry

Pangeran Harry jadi pusat perhatian di acara pemakaman kakeknya

Pangeran Inggris Harry. (ANTARA FOTO/REUTERS/Toby Melville/wsj/djo)

Jakarta (ANTARA) - Saat Ratu Elizabeth II dan keluarganya mengucapkan perpisahan terakhir untuk Pangeran Philip pada hari Sabtu (17/4) waktu setempat, kembalinya Pangeran Harry ke Inggris telah menarik banyak perhatian publik.

Awal pekan ini Harry, cucu ratu, tiba di Inggris dan langsung menuju ke Frogmore Cottage, rumahnya di tanah Kastil Windsor, tempat dia dikarantina sejalan dengan protokol kesehatan virus corona menjelang pemakaman Duke of Edinburgh, sang kakek.

Baca juga: Pangeran Harry khawatir sejarah akan terulang lagi

Istrinya, Meghan Markle, yang sedang mengandung anak kedua mereka, tidak turut serta melayat dan diyakini tetap berada di rumah mereka di California atas saran dokternya.

Harry dan kakak laki-lakinya, Pangeran William, tidak akan berjalan berdampingan dalam prosesi upacara di belakang peti mati kakek mereka sebelum pemakaman di Kastil Windsor, hal tersebut sebagaimana ditulis dalam rincian prosesi yang dirilis oleh Istana Buckingham beberapa hari yang lalu, seperti dikutip dari NBC News pada Sabtu.

Ini adalah pertama kalinya Duke of Sussex berada di Inggris dalam kurun waktu lebih dari setahun, sejak dia dan Meghan, Duchess of Sussex, mundur dari peran mereka sebagai bangsawan senior Kerajaan Inggris dan memilih untuk tinggal di Amerika Serikat, setelah sebelumnya menetap di Kanada untuk sementara waktu.

Satu bulan sebelum Pangeran Philip meninggal dunia, pasangan fenomenal itu memberikan wawancara secara mendalam kepada maestro media Oprah Winfrey, di mana Meghan membahas pemikiran bunuh dirinya selama dia berstatus sebagai anggota senior Kerajaan Inggris.

"Akan ada pengawasan ketat terhadap dua kakak beradik ini pada hari Sabtu, saat pemakaman Duke of Edinburgh. Semua orang akan mencari petunjuk tentang bagaimana perasaan mereka," kata editor rubrik kerajaan dari Hello! Emily Nash.

"Saya yakin bahwa anggota keluarga kerajaan akan menginginkan lebih dari apa pun untuk bersatu dan benar-benar menunjukkan dukungan mereka kepada ratu. Itu harus menjadi prioritas akhir pekan ini," tambahnya.

Laman The Guardian juga menyebutkan bahwa semua mata akan tertuju pada kakak beradik ini, yang tidak terlihat bersama sejak penampilan mereka di kebaktian Commonwealth Day di Westminster Abbey lebih dari setahun yang lalu, tepat sebelum Duke dan Duchess of Sussex pindah ke Amerika Serikat.

Peter Phillips, sepupu mereka anak dari Putri Anne, dilaporkan akan berdiri di antara kedua kakak beradik tersebut, untuk mengisi kesenjangan fisik dan emosional antara keduanya saat mereka berjalan terpisah di belakang peti mati sang kakek.

The Guardian menyebutkan bahwa posisi dalam prosesi pemakanan tersebut merupakan perintah Ratu. Apapun alasan di balik perintah prosesi, yang ditandatangani oleh Ratu, itu memicu laporan tentang keretakan yang terus berlanjut.

Pakar bahasa tubuh dikabarkan juga akan meneliti gestur mereka secara menyeluruh untuk mencari jawaban, meskipun jarak sosial wajib merupakan hambatan. Pembaca gerak bibir juga dikabarkan banyak disewa berbagai media untuk memberikan informasi yang akan menjadi laporan headline. Namun para pembaca gerak bibir ini akan terhambat oleh pedoman resmi yang mengharuskan pemakaian topeng di dalam Kapel St George.

Kendati demikian, sejumlah pengamat kerajaan profesional dan terapis keluarga setuju bahwa hubungan Harry dengan keluarganya, terutama dengan saudara lelakinya, William, telah menarik perhatian banyak orang, terutama mengingat bahwa perpecahan sering terjadi di banyak keluarga.

"Kami lupa keluarga kerajaan adalah sebuah keluarga dan mereka memiliki suka dan duka yang sama seperti kebanyakan dari kita," kata Victoria Howard, editor The Crown Chronicles.

"Ketika seseorang meninggal, itu memberi Anda jeda untuk berpikir dan kesempatan untuk refleksi."

Psikolog perilaku yang berbasis di London, Jo Hemmings, mengatakan bahwa sebagai sebuah bangsa ada kerinduan bagi keluarga kerajaan untuk menyelesaikan perbedaannya - terutama setelah kematian Putri Diana.

“Sebagai bangsa kami ingin mereka berdamai. Rasanya tidak nyaman, tertekan dan sedih, apa pun benar atau salahnya, bahwa ini adalah dua anak laki-laki yang trauma di usia yang begitu muda oleh tragedi kematian ibu mereka, bahwa Anda hanya ingin mereka melewatinya entah bagaimana, apapun yang terjadi," kata Hemmings.

"Mereka bukan keluarga kami, tapi kami merasa kami telah tumbuh bersama mereka melalui masalah dan kegembiraan mereka."

Baca juga: Pangeran Harry & Meghan Markle putuskan untuk keluar dari kerajaan

Baca juga: Kembalikan uang rakyat, Pangeran Harry sudah resmi mandiri finansial


Penerjemah: Maria Rosari Dwi Putri