Pangeran Harry khawatir sejarah akan terulang lagi

id Berita hari ini, berita riau terbaru, berita riau antara,Pangeran harry

Pangeran Harry khawatir sejarah akan terulang lagi

Duke and Duchess of Sussex, Pangeran Harry dan istrinya Meghan menghadiri acara untuk pemuda, komunitas dan pemimpin masyarakat sipil di Residence of the British High Commissiober di Cape Town, Afrika Selatan, Selasa (24/9/2019). (ANTARA FOTO/Mark Large/Pool via REUTERS/wsj/cfo.)

Jakarta (ANTARA) - Pangeran Harry mengatakan kepada pembawa acara Oprah Winfrey dia khawatir sejarah terulang lagi, berdasarkan penggalan wawancara yang dirilis Minggu waktu setempat.

Jaringan penyiaran CBS mengunggah dua klip pendek dari wawancara Oprah dengan Pangeran Harry & Meghan Markle yang akan tayang pada 7 Maret. Ini adalah wawancara televisi pertama bagi pasangan Duke dan Duchess of Sussex sejak pindah ke California tahun lalu.

Baca juga: Pangeran Harry & Meghan Markle putuskan untuk keluar dari kerajaan

"Kekhawatiran terbesar saya adalah sejarah terulang lagi," kata Harry dikutip dari Reuters, Senin. Dia merujuk kepada ibunya, mendiang Puteri Diana, yang dirongrong media Inggris dan akhirnya tewas dalam kecelakaan mobil di Paris setelah bercerai dengan Pangeran Charles.

Harry duduk di samping Meghan sambil memegang tangannya. Mereka baru-baru ini mengumumkan kehamilan anak kedua.

"Saya bahagia dan lega duduk di sini bersama istri dan berbincang denganmu," kata Harry. "Karena saya tak bisa membayangkan apa rasanya (Diana) melewati proses ini sendirian bertahun-tahun lalu.

"Ini sangat berat bagi kami berdua, tapi setidaknya kami punya satu sama lain," imbuh Harry.

Dalam klip itu, Oprah mengatakan tidak ada subjek yang terlarang dan pada satu titik dia mengatakan kepada pasangan itu "Anda telah mengatakan beberapa hal yang mengejutkan di sini", termasuk situasi mereka "hampir tidak bisa diselamatkan".

Sebelum mereka pindah ke California, pasangan itu pernah protes mengenai perlakuan tabloid Inggris terhadap Meghan, yang ayahnya berkulit putih dan ibunya Afrika-Amerika, beberapa di antaranya mereka anggap merupakan bentuk perundungan atau rasisme.

Baru-baru ini istana Buckingham mengonfirmasi Pangeran Harry dan istrinya, Meghan Markle, tidak akan kembali ke tugas kerajaan, dan Harry akan menyerahkan gelar militer kehormatannya. Keputusan itu membuat perpisahan pasangan itu secara formal dan final dari keluarga kerajaan.

Baca juga: Kembalikan uang rakyat, Pangeran Harry sudah resmi mandiri finansial

Baca juga: Gugat tabloid, istri Pangeran Harry, Meghan Markle boleh rahasiakan nama teman-temannya


Penerjemah: Nanien Yuniar