MPR dukung pemerintah lobi industri farmasi untuk penuhi kebutuhan vaksin

id Berita hari ini, berita riau terbaru, berita riau antara, corona

MPR dukung pemerintah lobi industri farmasi untuk penuhi kebutuhan vaksin

Ilustrasi vaksin Covid-19. Orang pertama di dunia yang disuntik vaksin Covid-19 adalah Margareth Keelan (90) di Coventry, Inggris, dua hari lalu. (ANTARA/Shutterstock)

Jakarta (ANTARA) - Ketua MPR, Bambang Soesatyo, mendukung penuh upaya pemerintah melobi serta bernegosiasi dengan sejumlah industri farmasi di beberapa negara guna memenuhi kebutuhan vaksin Covid-19 di Indonesia.

Ia menilai saat ini kebutuhan vaksin di Indonesia mencapai 350.000.000 dosis, karena per-orang harus menerima dua kali suntikan vaksin Covid-19.

"Kemampuan pemerintah mendapatkan 270 juta dosis vaksin dari sejumlah produsen untuk kebutuhan dalam negeri patut diapresiasi. Namun, dengan jumlah penduduk Indonesia mencapai 268,5 juta jiwa, dimana 70 persennya harus divaksinasi, maka kebutuhan riil minimum vaksin Corona adalah 350 juta dosis vaksin," kata dia, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Ia menegaskan bahwa MPR mendukung setiap langkah pemerintah untuk mendapatkan kekurangan vaksin Covid-19 itu.

Bamsoet mengakui tidak mudah memenuhi kebutuhan riel minimum vaksin Covid-19 Indonesia karena vaksin tersebut saat ini menjadi produk kesehatan yang sangat dibutuhkan dan diperebutkan semua negara.

"Dengan mengacu pada total populasi dunia yang mencapai 7,8 miliar jiwa, dibutuhkan lebih dari 15 miliar dosis vaksin Korona. Sedangkan kapasitas produksi global hingga 2021 diperkirakan hanya 8,4 miliar dosis," ujarnya.

Ia mengatakan dari jumlah ini, sekitar 3.000.000.000 dosis vaksin sudah diborong negara-negara kaya sehingga pemerintah Indonesia harus berupaya keras mendapatkan tambahan vaksin agar vaksinasi bisa mencapai target.

Menurut dia, ketika sejumlah negara sudah menjadwalkan vaksinasi untuk mengakhiri pandemi di negaranya masing-masing, Indonesia pun harus berani mengambil inisiatif yang sama utamanya memenuni kebutuhan riil minimum vaksin Covid-19.

"Kendati masih harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan riel minimum vaksin Covid-19, Indonesia harus mulai bergerak dengan program-program yang realistis," katanya.

Ia menilai sebanyak 1.200.000 vaksin Covid-19 yang sudah tersedia sekarang layak dijadikan modal awal sekaligus faktor pendorong semangat dan motivasi mengakhiri pandemi Covid-19 di Indonesia.

Baca juga: TNI-Polri jaga ketat kantor PT Bio Farma tempat vaksin COVID-19 disimpan

Baca juga: Bio Farma: Vaksin COVID-19 buatan Sinovac paling cepat masuk uji klinis III


Pewarta: Imam Budilaksono