Dua kapal tabrakan di Perairan Sibolga, Sumut satu tewas, enam luka-luka

id Berita hari ini, berita riau terbaru, berita riau antara,kecelakaan kapal

Dua kapal tabrakan di Perairan Sibolga, Sumut satu tewas, enam luka-luka

Kecelakaan dua unit kapal terjadi di perairan Sibolga, Sumatera Utara. (ANTARA/HO)

Medan (ANTARA) - Kecelakaan dua unit kapal terjadi di perairan Sibolga, Sumatera Utara, pada Minggu malam.

Dalam peristiwa tabrakan dua kapal tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dunia dan enam lainnya luka-luka.

"Dua kapal yang bertabrakan itu adalah kapal penyeberangan KMP Wira Glory dengan kapal nelayan KM Sinar Mas Jaya GT 48 Nomor 3118/ppb," kata Kasubbag Humas Polres Sibolga Iptu R Sormin yang dikonfirmasi ANTARA dari Medan, Senin.

Baca juga: Tiga anggota Polairud korban kecelakaanlaka laut masih dicari

Adapun identitas korban meninggal dunia yakni Miswar Matondang (42) nahkoda III KM Sinar Mas Jaya.

Sedangkan enam orang korban luka-luka yakni Darwis, Sibuea, Fitra, Lubis, Udin, dan Silalahi. Mereka merupakan anak buah kapal (ABK) KM Sinar Mas Jaya.

“Untuk korban yang meninggal dunia telah dibawa ke RSU FL Tobing Kota Sibolga guna keperluan Visum Et Repertum. Sementara korban luka-luka dibawa ke RSU Meta Medika Kota Sibolga,” ujarnya.

Sormin mengatakan, peristiwa kecelakaan terjadi pada Minggu malam (23/8). Saat itu Kapal Nelayan KM Sinar Mas Jaya berangkat dari Tangkahan Perikanan Beringin Jl. K.H.A Dahlan tujuan untuk melaut yang membawa ABK sebanyak 24 orang.

Setibanya di alur pelayaran pintu I Navigasi perairan Sibolga, kapal nelayan tersebut bertabrakan dengan kapal penyeberangan KMP Wira Glory yang datang dari arah Pulau Nias.

"Kondisi KM Sinar Mas Jaya dalam keadaan rusak pada bagian rumah-rumah dan buritan kapal, ditambah mesin dalam keadaan mati. Sedangkan kerugian diperkirakan sekitar Rp700 juta," katanya.

Hingga saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait penyebab terjadinya kecelakaan tersebut.

Baca juga: Tujuh korban kapal bocor di perairan Berakit Bintan masih dicari

Baca juga: Dua nelayan hilang akibat kapal pencari ikan karam di Rokan Hilir, begini kronologinya


Pewarta: Nur Aprilliana Br. Sitorus