Uni Eropa minta Israel untuk batalkan rencana pencaplokan Tepi Barat

id Berita hari ini, berita riau terbaru, berita riau antara,Palestina

Uni Eropa minta Israel untuk batalkan rencana pencaplokan Tepi Barat

Sejumlah orang mencoba membakar foto Putra Mahkota Abu Dhabi Mohammed bin Zayed al-Nahyan saat melakukan protes terhadap Uni Emirat Arab yang membuat kesepakatan baru dengan Israel, di depan Kubah Batu, di Kota Tua Yerusalem, Jumat (14/8/20202). (ANTARA/REUTERS/Ammar Awad/aa.)

Ankara (ANTARA) - Menyambut kesepakatan kontroversial untuk normalisasi hubungan Israel dan Uni Emirat Arab (UAE), Uni Eropa (EU) menyerukan Tel Aviv untuk membatalkan rencana pencaplokan wilayah Tepi Barat.

"Saya menyambut baik normalisasi Israel-UAE; keduanya menguntungkan & penting bagi stabilitas regional," kata Perwakilan Tinggi EU untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan Josep Borrell di Twitter, Jumat (14/8).

Baca juga: Palestina sambut baik resolusi UNESCO soal perlindungan warisan miliknya

Menekankan bahwa menangguhkan aneksasi adalah langkah positif, dia meminta Israel untuk meninggalkan rencana tersebut.

"EU berharap untuk melanjutkan negosiasi Israel-Palestina tentang solusi dua negara berdasarkan parameter yang disepakati bersama," Borrel menambahkan.

Kesepakatan untuk menormalisasi hubungan UAE-Israel diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Kamis (13/8), mencegah rencana kontroversial Israel untuk mencaplok sebagian besar Tepi Barat yang diduduki.

Sebuah pernyataan bersama oleh AS, UAE, dan Israel mengatakan "terobosan" itu akan mempromosikan "perdamaian di kawasan Timur Tengah dan merupakan bukti diplomasi dan visi yang berani dari ketiga pemimpin", mengacu pada Trump, Putra Mahkota Abu Dhabi Mohammed bin Zayed al-Nahyan, dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Kelompok-kelompok Palestina mengecam perjanjian baru itu, dengan mengatakan itu tidak melakukan apa pun untuk melayani kepentingan Palestina dan mengabaikan hak-hak rakyat Palestina.

Kesepakatan damai UAE dengan Israel merupakan "tikaman dari belakang yang berbahaya terhadap rakyat Palestina," kata Hamas dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Mesir, Yordania, Prancis, Jerman dengan tegas tidak akui perubahan perbatasan 1967

Baca juga: Menlu negara-negara Arab peringatkan aneksasi israel akan picu konflik


Sumber: Anadolu

Penerjemah: Yashinta Difa Pramudyani