Menko PMK Muhadjir Effendy sebut kasus COVID-19 di Indonesia per-7 Mei terus menurun

id Berita hari ini, berita riau terbaru, berita riau antara, corona

Menko PMK Muhadjir Effendy sebut kasus COVID-19 di Indonesia per-7 Mei terus menurun

Menko PMK Muhadjir Effendy saat Rapat Tingkat Menteri bersama jajaran Menteri dan Gubernur DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten melalui telekonfrensi di Jakarta, Senin (4/5/2020). (ANTARA/HO-Kemenko PMK)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyebutkan kasus penularan virus Corona baru atau COVID-19 di Indonesia per- 7 Mei 2020 terus menunjukkan tren menurun sementara pasien sembuh meningkat.

"Penanganan COVID-19 di indonesia per 7 mei 2020, ada kecenderungan angka kasus di Indonesia mengalami penurunan, ini keadaan yang bagus untuk kita syukuri " ujar Muhadjir dalam konferensi pers secara virtual dari Kantor Presiden, Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat.

Baca juga: Jumlah COVID-19 AS terus bertambah jadi 1.219.066 kasus, 73.297 kematian

Selain itu, dia menyebut tingkat kesembuhan juga mengalami kenaikan. Berdasarkan peta kasus COVID-19 per 7 Mei dari data Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, total ada 12.776 kasus positif, 2.381 orang sembuh, dan 930 orang meninggal dunia. Kemudian, 243.455 Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan 28.505 Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Di Tanah Air, wilayah yang masih menunjukkan tingginya kenaikan kasus COVID-19 atau kategori zona merah adalah Provinsi DKI Jakarta. Selain itu, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.

"Sedangkan yang di luar Jawa, yang harus diwaspadai di Sulawesi Selatan," ujarnya.

Muhadjir mengatakan, dengan perkembangan tersebut, prediksi berbagai kalangan mengenai kurva COVID-19 di Indoensia akan meningkat secara eksponensial tidak terbukti.

"Dan kita bersyukur karena angka kasus kita rata2 masih rendah. Kesembuhan semakin tinggi yaitu sduah mendekati 300 kasus per hari. Kemudian untuk angka kematian juga landai tidak ada penambahan," ujar Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini.

Baca juga: Belajar dan bekerja dari rumah, anak atau orang tua yang lebih stres selama pandemi?

Baca juga: Tunawisma di Pekanbaru positif COVID-19, kok bisa?


Pewarta : Indra Arief Pribadi