Kasus positif COVID-19 Riau naik jadi 10 kasus karena transmisi lokal, ini sebabnya

id kasus positif COVID-19 riau,gubernur riau,penanganan corona,virus corona,corona,covid-19,2019-ncov,novel coronavirus 201,Berita riau antara,Berita ria

Kasus positif COVID-19 Riau naik jadi 10 kasus karena transmisi lokal, ini sebabnya

Gubernur Riau Syamsuar (kiri) mengenakan masker saat mengumumkan perkembangan terbaru kasus COVID-19 di Pekanbaru, Jumat (3/4/2020). ANTARA/HO-Diskominfotik Riau

Pekanbaru (ANTARA) - Jumlah kasus positif COVID-19 di Provinsi Riau selama dua hari terakhir terus bertambah hingga mencapai 10 kasus, yang mayoritas akibat transmisi lokal dari provinsi lain.

“Terdapat penambahan tiga kasus positif COVID-19 sehingga total di Provinsi Riau terdapat 10 kasus positif, sembilan pasien masih dirawat dan satu sudah dipulangkan,” kata Gubernur Riau Syamsuar dalam pernyataan pers di Pekanbaru, Jumat.

Dari 10 kasus positif COVID-19 di Riau, ada dua yang merupakan “imported case” karena penularan dari Malaysia. Sedangkan sisanya adalah penularan lokal akibat pasien tertular di provinsi lain.

Ia menjelaskan pasien ke-8 positif COVID-19 di Riau adalah pasien berinisial SS, yang merupakan warga Kota Pekanbaru dan saat ini sudah diisolasi dan dirawat di Kota Pekanbaru. Pasien berusia 47 tahun ini memiliki riwayat bekerja di Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara.

Pasien ke-9 yang positif berinisial JG yang merupakan warga Kabupaten Pelalawan. Pasien berumur 58 tahun tersebut kini sudah diisolasi dan dirawat di Kota Pekanbaru.

“Pasien JG memiliki riwayat perjalanan dari daerah terjangkit, yakni dari Jakarta pada tanggal 13 Maret 2020,” katanya.

Sedangkan pasien ke-10 berinisial AS, warga Kabupaten Rokan Hulu. Pasien yang berusia 56 tahun itu memiliki riwayat perjalanan dari daerah terjangkit, yakni Surabaya pada tanggal 21 Maret 2020.

“Saat ini pasien AS sudah diisolasi dan dirawat di Kabupaten Rokan Hulu,” ujar Syamsuar.

Dengan penambahan kasus positif ini, Syamsuar mengatakan Dinas Kesehatan Provinsi Riau langsung melakukan pelacakan (tracing) kontak dari pasien SS, JG, dan AS. “Dalam melakukan tracing ini kami bekerja sama dengan Dinas Kesehatan kabupaten/kota dan Polda Riau,” katanya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Riau hingga Jumat sore ada 122 pasien dalam pengawasan (PDP) dimana 74 masih dirawat, 46 sehat dan dipulangkan, serta 2 meninggal dunia. Selain itu jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) bertambah jadi 20.178 orang dengan 2.531 diantaranya sudah selesai pemantauan.

Selama dua hari terakhir, pasien positif COVID-19 di Riau meningkat drastis dari tiga orang pada akhir Maret menjadi 10 orang. Gubernur Riau untuk menekan penyebaran virus corona sudah meningkatkan status dari siaga menjadi tanggap darurat yang berlaku mulai 3 April hingga 29 Mei 2020.

"Tetap tenang dan jangan panik, lakukan pembatasan fisik, tetap di rumah dan hindari keramaian, bila harus keluar gunakan masker. Lebih baik menggunakan masker kain daripada tidak sama sekali. Rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, jaga pola hidup sehat," demikian Syamsuar.

Baca juga: Selama tanggap darurat COVID-19, Riau tiadakan denda pajak kendaraan

Baca juga: BUMN diminta tak lakukan PHK pada masa sulit pandemi COVID-19

Baca juga: Pemakaman jenazah korban virus corona banyak ditolak warga, Polri turun tangan


Pewarta :
Editor: Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar