Bentrokan pecah saat eksekusi lahan sawit di Pelalawan, begini kronologisnya

id Bentrokan, eksekusi, lahan, Riau,eksekusi ricuh,Berita riau terbaru,Berita riau antara

Bentrokan pecah saat eksekusi lahan sawit di Pelalawan, begini kronologisnya

Eksekusi perkebunan sawit di Pelalawan mendapat penolakan saat upaya peninjauan kembali tengah dilakukan. (ANTARA/Anggi Romadhoni)

Pekanbaru (ANTARA) - Eksekusi perkebunan sawit di Desa Gondai, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Selasa, diwarnai aksi bentrokan yang menyebabkan sejumlah warga dan aparat terluka.

Kapolres Pelalawan AKBP Hasyim Risahondua dihubungi Antara dari Pekanbaru mengatakan insiden itu terjadi pada Selasa siang tadi. Namun, saat ini dia menuturkan situasi telah berhasil dikendalikan.

"Iya, hanya spontan dari masyarakat. Situasi sudah kondusif ya," katanya.

Ia mengatakan sedikitnya tiga anggotanya terluka dalam insiden itu. Bahkan, ada seorang anggotanya yang mengalami luka akibat sabetan senjata tajam. Meskipun begitu, dia mengatakan tidak ada yang diamankan pascainsiden tersebut.

"Kita minta semuanya menahan diri. Yang jelas saat ini situasi telah kondusif," katanya lagi.

Informasi yang dirangkum Antara, bentrokan itu dipicu eksekusi lahan milik petani plasma PT Peputra Supra Jaya di Desa Gondai. Masyarakat yang sejak akhir Januari 2020 lalu menolak eksekusi itu membuat tenda-tenda darurat untuk melindungi kebun mereka dari eksekusi yang kini dilaksanakan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Riau.

Eksekusi itu sejatinya merupakan pelaksanaan dari putusan Mahkamah Agung Nomor: 1087 K/Pid.Sus.LH/2018 dengan objek lahan perkebunan kelapa sawit pada kawasan hutan negara seluas 3.323 hektare.

Hingga kini, lebih dari 2.000 hektare lahan sawit perusahaan yang telah dieksekusi. Saat ini, kegiatan eksekusi berupa penebangan sawit menggunakan puluhan alat berat itu mulai masuk ke dalam perkebunan sawit plasma masyarakat.

Kuasa hukum petani Asep Ruhiat menambahkan akibat bentrokan itu tiga warga juga dilaporkan terluka pada bagian kepala akibat lemparan batu.

"Dilaporkan ada tiga orang masyarakat terluka akibat lemparan batu," kata Asep.

Asep menjelaskan bentrokan terjadi ketika puluhan petani menghadang alat-alat berat yang menuju ke perkebunan sawit mereka. Dia mengaku menyayangkan kejadian ini.

Baca juga: DPRD Riau gandeng DPR RI dan KemenLHK telusuri dugaan pelanggaran PT LIH

Baca juga: Jerit hati petani terancam eksekusi kepada Presiden Jokowi

Baca juga: Aktivis: Gagalnya eksekusi perusahaan sawit bermasalah preseden buruk penegakan hukum