Harga ayam potong murah jelang Imlek Rp20.000 perkilogaram di Pekanbaru

id Ayam,jelang imlek,berita riau antara,berita riau terbaru

Harga ayam potong murah  jelang Imlek Rp20.000 perkilogaram di Pekanbaru

Pedagang yang berada di pasar rakyat Parit Mayor tengah memotong ayam. (ANTARA/ Dedi)

Pekanbaru (ANTARA) - Sejumlah ibu rumahtangga menyambut baik murahnya harga daging ayam potong (ayam ras) hanya di ecer Rp20.000-Rp21.000 per kilogram, jelang perayaan Imlek yang jatuh pada tanggal 25 Januari 2020, di sejumlah pasar tradisional Pekanbaru.

"Untuk ukuran ayam 2 kg, harganya Rp20.000 perkilogram, di bawah itu Rp21.000 perkilogram," kata pedagang ayam potong Pak Nek kepada pelanggannya di Pekanbaru, Selasa.

Pak Nek mengatakan harga ayam saat ini lebih murah ketimbang Natal dan Tahun Baru kemaren. Saat itu harga eceran menembus Rp27.000 per kilogram.

"Habis raya Natal ayam turun," katanya.

Dengan murahnya harga ayam kata dia, omzet penjualanpun meningkat dua kali lipat. Karena kaum ibu banyak beli.

"Biasanya sehari saya cuma jual satu kotak ayam hidup (25 kg per kotak..red), kini habis dua kotak se hari atau 50 kg," katanya.

Sementara itu hal yang sama juga diakui Marlina salah satu ibu rumahtangga di Jalan Durian. Ia mengaku sengaja membeli ayam potong untuk menu lauk-pauk keluarganya.

"Mumpung ayam lagi murah, saya beli untuk menu keluarga," katanya.

Marlina mengatakan biasanya ayam potong Rp24.000 perkilogram, bahkan pernah lebih mahal.

"Sekarang cuma Rp20.000 mending beli ayam ketimbang ikan, anak-anak saya suka dimasak bumbu," katanya lagi.

Pantauan antara di beberapa pasar tradisional aktifitas jual-beli tidak berubah masih seperti biasa.

Walau perayaan Imlek sudah tinggal empat hari lagi, tidak terjadi lonjakan. Hanya beberapa kebutuhan khusus untuk alat sembahyang seperti buah, dan sayuran serta daging, untuk makanan perayaan yang alami peningkatan permintaan. Sedangkan aneka ayam tidak terpengaruh.

Baca juga: Traveling ke Jalan Karet Pekanbaru semarak jelang Imlek

Baca juga: Perang Air Selatpanjang Akan Tercatat di Museum Rekor Indonesia
Pewarta :
Editor: Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar