Perubahan iklim bikin kesehatan generasi mendatang terancam untuk selamanya

id Berita hari ini, berita riau antara,berita riau terkini, perubahan iklim

Perubahan iklim bikin kesehatan generasi mendatang terancam untuk selamanya

Seorang anak dan aktivis perubahan iklim menghadiri protes 'Extinction Rebellion' di pantai Copacabana di Rio de Janeiro, Brazil, Senin (7/10/2019). (REUTERS/Sergio Moraes)

Jakarta (ANTARA) - Seorang anak yang dilahirkan hari ini menghadapi banyak ancaman kesehatan seumur hidup akibat perubahan iklim --dunia yang makin hangat dengan resiko kekurangan pangan, penyakit menular, banjir dan panas ekstrem.

Perubahan iklim sudah membahayakan kesehatan rakyat dengan meningkatnya peristiwa cuaca ekstrem dan polusi udara yang bertambah parah, kata satu studi yang diterbitkan di jurnal medis The Lancet, sebagaimana dikutip Reuters --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis. Dan jika tak ada yang dilakukan untuk meringankannya, dampaknya dapat membebani seluruh generasi dengan penyakit dan sakit sepanjang hidup mereka.

Baca juga: "Siak Hijau", sumbangsih Indonesia dari Siak untuk kurangi perubahan iklim

"Anak-anak sangat rentan terhadap resiko kesehatan akibat perubahan iklim. Tubuh mereka dan sistem kekebalan tubuh mereka masih berkembang, sehingga mereka jadi lebih mudah terserang penyakit dan zat polusi lingkungan hidup," kata Nick Watts, yang ikut memimpin studi The Lancet Countdown on Health dan Climate Change.

Ia memperingatkan kerusakan kesehatan pada anak usia dini "terus-menerus dan meresap", dan membawa konsekuensi seumur hidup.

"Tanpa aksi segera dari semua negara untuk memangkas buangan gas rumah kaca, prestasi dalam kesejahteraan dan harapan hidup akan terancam, dan perubahan iklim akan menentukan kesehatan seluruh generasi," kata Watts dalam satu taklimat di London.

Namun pemberlakuan semua kebijakan untuk membatasi buangan gas dan mengekang pemanasan global akan menyaksikan hasil yang berbeda, kata tim penelitian itu.

Di dalam skenario tersebut, seorang anak yang dilahirkan hari ini, akan melihat akhir penggunaan batu-bara, misalnya, saat ia memasuki ulang tahun ke-6, dan dunia akan mencapai buangan nol-net sampai mereka berusia 31 tahun.

Studi The Lancet itu bekerjasama dengan 120 ahli dari 35 lembaga termasuk Organisasi Kesehatan Dunia, Bank Dunia, University College London dan Tsinghua University.

Di antara ancaman kesehatan yang paling dekat dan berlangsung lama dari perubahan iklim ialah polusi udara, kata para peneliti itu.

Baca juga: Indonesia Di Klaim Sebagai Aktor Penting Pencegahan Perubahan Iklim Global

Baca juga: Video Lahan Suryono, Petani Riau Pembicara di KTT Perubahan Iklim


Sumber: Reuters

Pewarta : Chaidar Abdullah