LAM apresiasi langkah Kapolda Riau terapkan kesantunan budaya Melayu

id Kapolda Riau, Polda Riau, karhutla,kapolda agung,asap riau, LAM Riau

LAM apresiasi langkah Kapolda Riau terapkan kesantunan budaya Melayu

Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi (kiri) (Anggi Romadhoni)

Pekanbaru (ANTARA) - Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau mengapresiasi langkah Inspektur Jenderal Polisi Agung Setya Imam Effendi yang resmi memegang tongkat komando Kepala Kepolisian Daerah Riau untuk menerapkan sopan dan santun budaya Melayu.

Ketua Dewan Pengurus Harian (DPH) LAM Riau Datuk Syahril Abu Bakar di Pekanbaru, Jumat, mengatakan langkah Agung pantas dicontoh dan diterapkan bagi institusi lain dalam menjalankan tugas di Bumi Lancang Kuning.

"Kita sambut positif itikad baik dari bapak Kapolda Riau yang baru. Kita akan merespon masalah kearifan lokal dan bicara lebih dalam dengan beliau," katanya.

Irjen Pol Agung resmi memimpin Polda Riau setelah menjalani serangkaian upacara pisah sambut, termasuk tepuk tepung tawar di Mako Brimob Polda Riau, Kamis kemarin. Dia menggantikan posisi Kapolda Riau sebelumnya Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo.

Dalam pernyataannya, Agung menekankan akan menerapkan nilai-nilai kesantunan Budaya Melayu Riau kepada dirinya sendiri beserta jajarannya agar membawa berkah yang lebih besar bagi semuanya.

Baca juga: Sepak terjang Kapolda Riau sebelum dicopot

Syahril mengatakan begitu banyak budaya Melayu Riau yang secara turun temurun dijaga masyarakat Riau, dan tertuang dalam Tunjuk Ajar Melayu. Dia mengatakan saat ini LAM Riau tengah merencanakan untuk bertemu langsung dengan Agung untuk menyamakan persepsi, terutama masalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Kita akan bicara lebih dalam dengan bapak Kapolda untuk membicarakan langkah-langkah sesuai kearifan lokal, terutama dalam penanganan karhutla," ujarnya.

Dia mengatakan masyarakat Melayu memiliki kearifan lokal dalam membuka lahan secara turun temurun. Pembukaan lahan yang diterapkan itu selama ini tidak pernah menimbulkan karhutla. Untuk itu, dia berharap langkah Kapolda Riau yang berniat mengadopsi budaya Melayu dan didukung instansi lainnya dapat membebaskan provinsi kaya sumber daya alam itu bebas dari karhutla.

Selain karhutla, dia juga mengatakan kejahatan lainnya di Riau seperti narkoba yang selama ini penyakit akut di Bumi Melayu serta keamanan dan ketertiban masyarakat juga akan menjadi topik pembahasan LAM dan Kapolda Riau. Dia mengatakan LAM Riau akan memberikan dukungan positif untuk Agung ke depan.

"Mudah-mudahan segera bisa kita laksanakan pertemuan ini untuk membawa Riau ke arah lebih baik," tuturnya.

Baca juga: Kapolda Riau yang baru. Asa membongkar Karhutla dengan vaksin

Irjen Pol Agung sebelumnya mengatakan niatnya untuk menjadikan jajarannya sebagai polisi yang dan menyelesaikan masalah dengan santun pula.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga mengingatkan bahwa berkah besar untuk Riau bisa terwujud ketika pemerintah dan masyarakat bisa menjalin kerjasama dengan baik.

"Di mana bumi dipijak disitu kita junjung langit setinggi-tingginya. Dan di langit itu kita tahu ada banyak yang harus kita kerjakan. Yang kita lihat pertama adalah adat istiadat harus kita hormati. Mari kita bergerak bersama-sama, kita akan arungi perahu Lancang Kuning di malam hari ini hingga sampai tujuannya," ujarnya.

Terkait dengan maraknya aksi di Riau dalam beberapa waktu terakhir, Kapolda mengaku memahaminya sebagai sesuatu yang perlu didengar.

“Mari kita pahami, kami ingin mendengar. Kami juga paham adik-adik ingin menyampaikan sesuatu,” kata Kapolda.

Baca juga: Kapolda Riau : kita arungi "perahu lancang kuning" di malam hari bersama

Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar