Ketika warga Jepang di Riau ingin mentradisikan kegiatan menanam pohon

id penanaman pohon riau,rehabilitasi hutan riau,konservasi hutan,Berita riau antara,Berita riau terbaru,Warga negara jepang

Direktur Eksekutif Great Forest Wall Project Makoto Nikkawa (tengah) bersama Direktur Sustainability and Stakeholder Engagement APP Sinar Mas, Elim Sritaba (kanan) menanam pohon di kawasan Giam Siak Kecil, Provinsi Riau, Selasa (3/9/2019). (ANTARA FOTO/FB Anggoro)

Siak, Riau (ANTARA) - Puluhan warga negara Jepang pada Selasa ikut menanam sekitar 10 ribu bibit pohon di kawasan Giam Siak Kecil, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, Riau, sebagai bagian dari upaya menjadikan kegiatan penanaman pohon yang dicetuskan tahun 2014 sebagai tradisi.

Mereka menanam bibit pohon jelutongdan buah-buahan lokal di area seluas sekitar 20 hektare di kawasan Giam Siak Kecil. Di antara peserta kegiatan penanaman pohon itu ada MakotoNikkawa,Direktur Eksekutif Great Forest Wall Project, pemerhati lingkungan asal Jepang yang sejak awal mengikuti program tersebut.

"Manusia sekali tanam pohon tak akan terlupakan, jadi kenangan baik, dan itu akan membawa kita kembali lagi walau lokasinya jauh sekali dari rumahnya," katanya.

Ia menjelaskan, inisiatif kegiatanpenamanan pohon tersebut pertama kali dicetuskan pada 2014 oleh Profesor AkiraMiyawaki, ahli ekologi tanaman dari Yokohama National University di Jepang.

Kegiatan penanaman pohon kemudian dijalankan berkolaborasi dengan Pemerintah Indonesia, Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas, International Tropical Timber Organization (ITTO), Belantara Foundation, perwakilan perusahaan dari Jepang dan Indonesia, dan masyarakat setempat.

Saat mengunjungi area konservasi perusahaan tahun 2014, ProfesorAkira Miyawaki merekomendasikan penanaman spesies tumbuhan endemik demi mempercepat pemulihan hutan yang rusak. Sejak itu, 42.000 pohon jenis lokal telah ditanam di 87 hektare area konservasi.

ProfesorAkira, yang sudah berusia 91 tahun dan fisiknya kurang sehat, tidak bisa hadir di Riau. Namun, menurut Makoto, sang profesor sangat gembira kegiatan itu bisa berlanjut.

"Pembangunan berkelanjutan penting sekali untuk industri kehutanan karena harus jaga keseimbangan yang menguntungkan semua pihak," katanya.

Ia menyebut kegiatan penanaman pohon memainkan peran penting dalam mendukung keberlangsungan ekosistem, termasuk mendukung rehabilitasi dan pelindungan hutan serta menopang ekonomi warga yang membantu menjaga hutan.

"Kegiatan seperti ini juga akan memiliki dampak positif secara global, yaitu membantu memerangi perubahan iklim dan merawat hubungan harmonis antara manusia dan lingkungannya," kata Makoto.

Seorang warga negara Jepang mengajari siswa Sekolah Dasar menanam pohon di kawasan Giam Siak Kecil, Provinsi Riau, Selasa (3/9/2019). (ANTARA FOTO/FB Anggoro)


Direktur Sustainability and Stakeholder Engagement APP Sinar Mas, Elim Sritaba, mengatakan bahwaperusahaan berkomitmen mendukung restorasi dan konservasi hutan di Indonesia.

"Dengan berkolaborasi bersama berbagai mitra, baik dari dalam maupun luar negeri seperti lewat kegiatan penanaman pohon hari ini, kita dapat berkontribusi secara nyata terhadap Aksi Iklim, salah satu Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) yang dicanangkan oleh PBB," katanya.

Ia mengatakan, kegiatan penanaman pohon tahun ini dilakukan di area konservasi terdegradasi seluas 20 hektare milik mitra pemasok APP Sinar Mas, PT Arara Abadi, di Giam Siak Kecil.

Penanaman spesies tumbuhan lokal akan mendukung pemulihankawasan tersebut, yang dikenal sebagai tempat tinggal harimau dan gajah Sumatera.

Warga sekitar terlibat dalam kegiatan tersebut."Di masa depan, masyarakat ini juga akan mendapat manfaat dari hutan yang telah dipulihkan melalui produk-produk non-kayu seperti getah pohon dan buah," kataElim Sritaba.

Baca juga: Jepang kenalkan cara buat energi listrik dari buah jeruk

Baca juga: Peneliti Jepang ingatkan ancaman tenggelamnya Pulau Bengkalis akibat abrasi


Pewarta :
Editor: Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar