Menanti hadirnya museum Rusulullah di Depok

id UIII,Nabi Muhammad,Rusulullah,Kota Depok,museum rasulullah

Umat Islam melakukan Tawaf keliling Kakbah sebagai bagian dari pelaksanaan ibadah Umroh di Masjidil Haram, Makkah Al Mukarramah, Arab Saudi, Jumat (3/5/2019). ANTARA FOTO/Aji Styawan/nz.

Depok (ANTARA) - Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Depok Achmad Solechan mengapresiasi rencana pembangunan museum Rasulullah di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Kota Depok Jawa Barat.

"Sebagai ikhtiar untuk lebih mengenalkan Rasulullah SAW kepada umat Islam khususnya di Indonesia. Pembangunan Museum Rasulullah adalah kebaikan yang mesti kita dukung bersama," kata Ahmad di Depok, Jawa Barat, Sabtu.

Meski belum mengetahui secara detailnya pembangunan museum Rusulullah tersebut namun museum yang dibangun tentu bukan seperti museum umumnya di Indonesia yang menampilkan benda atau semacam artefak zaman Rasul, ujarnya.

Untuk itu, sangat baik dan perlu sekali bila museum yang akan dibangun melibatkan para Kiai dan Ulama Indonesia, ujarnya.

"Tentunya, agar tepat dan sesuai dengan kondisi tradisi lokal Indonesia," ujarnya.

Dirinya berharap, pembangunan museum murni sebagai gerakan pendidikan dan cinta kepada Rasulullah SAW. Yaitu murni gerakan kesadaran untuk semakin mengenal dan mencintai junjungan agung Nabi MuhammadSAW, tanpa harus ada muatan ideologi yang seringkali ikut dalam program pembangunan seperti ini.

"Meski tanpa museum, tapi kecintaan dan kesadaran menghormati Nabi Muhammadsudah sangat luar biasa di Indonesia," katanya.

Dikatakannya, tradisi Maulid Nabi dengan beragam majelis sholawat dan burdah (syair pujian)intinya agar lebih mencintai dan mengenal Nabi Muhammad.

Ia menambahkan, semoga pembangunan ini tidak ada muatan, pesan maupun kesan yang ujungnya merubah tradisi baik yang sudah berlangsung di Indonesia yang dititipkan dalam museum Rasulullah ini.

Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar