Kebutuhan hewan kurban Pekanbaru meningkat 3 persen

id Kurban,hewan kurban,sapi kurban,idul adha 1440 h,berita riau antara,berita riau terbaru

Lokasi penjual sapi untuk kurban di Kota Pekanbaru, Riau, Senin (22/7/2019). (Antaranews/Vera Luciana)

Pekanbaru (ANTARA) - Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kota Pekanbaru memperkirakan kebutuhan hewan kurban pada Hari Raya Haji 1440 Hijriyah meningkat 3 persen dibandingkan tahun lalu di wilayah setempat.

"Pada tahun ini kita perkirakan kebutuhan akan mencapai 13 ribu ekor," kata Kepala Bidang Peternakan Distankan Kota Pekanbaru, Herlandria di Pekanbaru, Jumat.

Herlandria mengatakan jika mengacu pada tahun 2018, jumlah ini naik sekitar dua hingga tiga persen, ini akibat naiknya jumlah masyarakat yang ikut kurban.

Menurut Herlandria, pada tahun 2018 lalu, total kebutuhan hewan kurban di Kota Pekanbaru mencapai 12 ribu ekor lebih. Dimana sapi menjadi hewan yang paling banyak dikurbankan di Kota Pekanbaru.

"Tepatnya ada 12.373 ekor hewan kurban, dengan rincian sapi 6.843 ekor, kerbau 2.584 ekor dan kambing 2.946 ekor," ujarnya.

Ia menambahkan Distankan sebagai pengawas peredaran kurban akan terus melakukan pemantauan lalulintas hewan yang akan diperjual belikan di Pekanbaru dengan cara melakukan pengecekan surat-surat pemiliknya. Agar hewan yang disembelih sehat tidak tertular penyakit be bahaya.

Bahkan sambungnya Distankan telah membentuk tim yang bertugas memantau kesehatan hewan kurban.

"Kita sudah membentuk tim kesehatan. Ada enam, nantinya mereka ini akan patroli bertanggung jawab memeriksa hewan kurban yang diperdagangkan di setiap kecamatan," imbuhnya.

Sedangkan pasokan hewan kurban ini tambahnya hampir 75 persen dari luar provinsi Riau. Seperti Sumatera Barat dan Pulau Jawa.

"Ada juga yang dari dalam provinsi, seperti Kampar, Kuantan Singingi dan Siak," pungkasnya.

Baca juga: Jelang Idul Adha, Dinas Pertenakan Riau diminta pastikan hewan qurban bebas penyakit

Baca juga: Pedagang hewan kurban mulai bermunculan di Pekanbaru
Pewarta :
Editor: Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar