Masyarakat dan Mahasiswa Tambusai Utara Rohul desak Bawaslu usut temuan C1 dibuang ke parit

id Bawaslu,aksi rohul

Masyarakat dan Mahasiswa Tambusai Utara Rohul desak Bawaslu usut temuan C1 dibuang ke parit

Aksi Masyarakat dan Mahasiswa Tambusai Utara Kabupaten Rokan Hulu menggelar demo di depan Kantor Bawaslu Rohul, Kamis.

Pekanbaru (ANTARA) - Puluhan orang yang tergabung dalam Aksi Masyarakat dan Mahasiswa Tambusai Utara Kabupaten Rokan Hulu menggelar unjukrasa di depan Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten RokanHulu, Kamis (16/5).

Koordinator Aksi Masyarakat dan Mahasiswa Tambusai Utara Irwansyah Tambusai dalam keterangannya kepada Antara, menyebutkan sejumlah tuntutan disampaikan kepada Bawaslu didasari atas temuan dugaan kecurangan pemilu di kawasan setempat.

"Ada indikasi kecurangan yang kami temukan di lapangan. Temuan itu di antaranya adanya C1 asli yang dibuang di parit dan ditemukannya C1 yang tidak sesuai prosedur. Ini terjadi di daerah pemilihan II yang meliputi Kecamatan Tambusai dan Tambusai Utara, Rohul," ucap Irwansyah.

Adapun tuntutan yang dilayangkan massa aksi di antaranya, meminta Bawaslu memproses temuan-temuan terkait kecurangan pemilu. Kemudian, mereka mendesak untuk diadakan pemungutan suara ulang di lokasi setempat.

"Kami minta Bawaslu jangan menutup mata atas terindikasinya kecurangan yang telah terjadi," sebutnya.

Selanjutnya, massa aksi meminta Bawaslu agar membuktikan komitmennya dalam menegakkan keadilan dengan menindaklanjuti laporan dan temuan pelanggaran sesuai prosedur dan independensi yang tinggi.

"Intinya kami hanya ingin keadilan ditegakkan, sehingga bisa mewujudkan pesta demokrasi yang damai," ujarnya.

Irwansyah berharap agar tuntutan mereka diakomodir oleh Bawaslu. Jika tuntutan ini tidak diindahkan, mereka bakal kembali melakukan aksi serupa dengan jumlah massa yang lebih besar.

"Tadi kita turun memang baru puluhan, karena kita ingin melihat reaksi Bawaslu dan besok pagi kita akan turun lagi bersama masyarakat," ucapnya.

Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar