Legislator: Perbaikan Jembatan Siak IV masih menjadi tanggung jawab kontraktor

id jembatan siak IV,gambar jembatan,berita riau terbaru,berita riau terkini,dprd riau,berita riau antara

Sejumlah warga melintas di Jembatan Siak IV pada hari pertama pengoperasian jembatan itu di Kota Pekanbaru, Riau, Senin (18/3/2019). Jembatan Siak IV sepanjang 800 meter ini akhirnya rampung dan bisa digunakan masyarakat, setelah 10 tahun proses pembangungannya yang sempat dihentikan dengan total biaya Rp483,68 miliar. (ANTARA FOTO/FB Anggoro)

Pekanbaru (ANTARA) - Anggota Komisi IV DPRD Riau Asri Auzar menyebutkan selama masa pemeliharaan kerusakan Jembatan Siak IV masih menjadi tanggung jawab pihak kontraktor.

"Enam bulan ini kan masih masa pemeliharaan. Jika ada kerusakan dan kehilangan material masih menjadi tanggung jawab pihak kontraktor," ujar Asri Auzar di Pekanbaru, Senin.

Belum lama diresmikan, Jembatan Siak-IV atau yang dikenal dengan Jembatan Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah menjadi sorotan sejumlah pihak. Hilangnya sejumlah material seperti baut dan kabel penangkal petir dikhawatirkan akan mengganggu kekuatan jembatan.

"Jangan dibiarkan kalau ada yang kedapatan merusak, silahkan aparat hukum menindak tegas. Baut lepas ini bisa membahayakan karena bisa mengurangi kekuatan jembatan," ucap Legislator asal Kabupaten Rokan Hilir itu.

Baca juga: Jembatan Siak IV resmi dibuka untuk umum, begini harapan Gubernur Riau

Dia mengimbau masyarakat untuk menjaga jembatan yang menghubungkan Sudirman Ujung dengan Rumbai Pesisir tersebut, karena telah lama dinantikan untuk berfungsionalnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Riau asal Pekanbaru, Taufik Arrahman mendukung wacana dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang untuk menutup sementara jembatan yang menjadi ikon Kota Pekanbaru tersebut.

"Kalau memang membahayakan, harusnya ditutup saja. Jangan hanya membuat heboh tapi tidak ada jalan keluarnya," ujar Taufik.

Taufik mempertanyakan kualitas dari jembatan yang dibangun, karena belum pernah terjadi kehilangan padahal sudah banyak jembatan yang dibangun sebelumnya.

"Ini (pemberitaan) jadi konsumsi Nasional, seolah-olah orang Riau ini pemangsa baut. Padahal di Pekanbaru sudah ada empat jembatan yang dibangun. Kenapa baru sekarang heboh. Saya lebih mempertanyakan rancangannya, kok mudah diambil seperti itu, padahal perkara melepas baut tidaklah gampang," ujar politisi Gerindra Riau ini.

Namun begitu, Taufik meminta agar perilaku oknum yang tidak bertanggung jawab cepat dilaporkan ke pihak kepolisian.

"Jadi mari tidak membesarkan, karena ini berdampak buruk terhadap image masyarakat kota Pekanbaru," ujarnya.

Baca juga: Vidio - Gubernur Riau harap Jembatan Siak IV tidak jadi lokasi pacaran
Pewarta :
Editor: Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar