Puluhan disabilitas jadi penyelenggara Pemilu 2019 di Riau

id Disabel,dusabilitas riau, penyelenggara pemilu cacat

Kaum disabel di Pekanbaru, tampak gembira menjadi penyelenggara Pemilu 2019 (Vera Lusiana)

Disabel
Pekanbaru (ANTARA) - Puluhan kaum disabilitas di Provinsi Riau menjadi Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), pada Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden serta Legislatif tanggal 17 April 2019.

"Disabilitas ini kan orang sehat, seperti tuna daksa," kata Ketua KPU Riau Muhammad Ilham Yasir kepada antara di Pekanbaru, Jumat.

Ilham menjelaskan, ada beberapa jenis disabel yang memenuhi kriteria serta dianggap mampu menjadi penyelenggara Pemilu sehingga mereka bisa ikut sebagai penyelenggara.

Menurutnya, kaum disabilitas memiliki hak yang sama dalam melayani masyarakat walau mereka ada keterbatasan. "Tapi itu tidak bisa dijadikan alasan dalam penyelenggaraan Pemilu. Seperti menjadi Pengawas Tempat Pemungutan Suara, dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara, selagi cacat itu bukan mengganggu secara langsung," katanya.

Menurutnya, mereka seperti orang normal lainnya, bahkan beberapa di antaranya yang jadi KPPS di kami, malah lulusan S1," ujar Ilham.

Namun diakuinya ada beberapa hal yang memberatkan buat mereka jadi Pengawas TPS maupun KPPS, yakni pada tuna grahita dan tuna netra.

"Sepanjang tuna daksa, tuna runggu dan tuna wicara, mereka mampu mengerjakan pekerjaan PTPS maupun KPPS," tegas ilham.

Sementara itu, salah satu disabilitas Suhartuti, yang kini ikut sebagai PTPS di TPS 12, Kelurahan Umban Sari, mengaku bahagia bisa terlibat dalam penyelenggaraan pemilu.

"Ini tahun pertama saya ikut penyelenggara pemilu, alasan saya ikut, disabilitas juga mampu seperti orang normal lainnya, asal mereka di beri kesempatan," ujar wanita berusia 34 tahun ini bangga.

Diakuinya, sejak ia mengalami amputasi kaki sebelah akibat kecelakaan, banyak orang yang memandang sebelah mata, terkhusus buat kalangan disabilitas. Bahkan ada perlakuan diskriminatif, namun itu pendapat yang harus ditepis dengan menunjukkan kinerja.

"Saya dulunya normal, tahun 2005 kecelakaan dan diamputasi, kini harus pakai tongkat," imbuhnya.

Ia menambahkan, di dalam penyelenggaraan Pemilu 2019 kali ini, khususnya di Kota Pekanbaru, ada lima orang disabilitas yang ikut membantu penyelenggaraan Pemilu. Mereka berlima saling menguatkan dan memberi semangat.

Mereka masing-masing ditempatkan pada lokasi TPS berbeda. Di kelurahan Umban Sari ada tiga orang, Kelurahan Sri Meranti satu, dan seorang di Kelurahan Senapelan.

"Tiga disabel Tuna Daksa atau cacat tubuh, satu Celebral Palsy atau lemah sistem motorik syaraf dan satu Polio atau lemah kaki atau tangan," tuturnya.

Ia berharap mereka berlima mampu memberikan pelayanan yang maksimal saat pelaksanaan pemilu 17 April 2019.

Perlu diketahui data yang berhasil dirangkum diKPUProvinsi Riau, dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) terdapat4.995 pemilih disabilitas.

Adapun 4.995 ini kaum disabilitas ini, terdiri dari tuna daksa 1.292 orang, tuna netra 832 orang, tuna rungu 1.146 orang, tuna grahita 888 orang dan disabilitas lainnya 837 orang.

Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar