"Silent Concert", Cara Musisi Pekanbaru Bermusik Tanpa Suara Ingar Bingar

id silent concert,empistudio,studio session,musisi pekanbaru,musik

Penonton "silent concert" Studio Session vol.1 menikmati penampilan grup musik FanBe dengan menggunakan headphone di Empistudio, Pekanbaru. (Foto Radinal)

Kalau yang datang terlambat ya pasti tidak dapat headphone karena jumlahnya terbatas ~ Roni Azhar
Pekanbaru (Antaranews Riau) - Musisi di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, punya cara unik untuk mengekspresikan talenta seninya lewat sebuah penampilan musik tanpa suara ingar bingar dari pengeras suara seperti konser yang sunyi, atau “silent concert”.

Adalah sekelompok pemuda di Empistudio dan Musiccorner.ID yang pertama menggelar “silent concert” pada 18 September 2018.

“Kegiatan ini sebenarnya bernama Studio Session, yang bentuknya adalah silent concert, dan inilah yang pertama kali di Sumatera,” kata penanggungjawab Silent Concert, Roni Azhar di Pekanbaru, kepada Antara beberapa waktu lalu.

Baca juga: Musisi Pekanbaru Freza Juarai "Bintang Panggung Asik 2017"

Musisi Freza bersama Harli saat tampil di Studio Session Vol.2 di Empistudio, Pekanbaru. (Foto Radinal)


Studio Session volume.1 bertema “original corner”, yang diisi oleh Fanbe dan Makmur Jaya Abadi Synthpop. Lokasinya bertempat di sebuah permukiman padat penduduk, namun musiknya tidak mengganggu warga lainnya karena tidak menggunakan speaker besar.

Puluhan penikmat musik yang hadir di konser itu secara khusus disediakan headphone untuk bisa mendengarkan musik. Konser ini juga disebarluaskan secara live-streaming lewat akun facebook dan youtube, twitch Empistudio.

“Kalau yang datang terlambat ya pasti tidak dapat headphone karena jumlahnya terbatas,” katanya.

Baca juga: Band Indie Fourtwnty Gelar Konser Rahasia Yang Unik Di Pekanbaru

Kobel Jazz saat tampil di Studio Session Vol.3 di Empistudio, Pekanbaru. (Foto Radinal)


Konser tersebut digelar secara swadaya, tanpa dipungut biaya alias gratis, namun terus berlangsung hingga penyelenggaraan volume.4 pada Januari 2019.

Roni mengatakan alasan dirinya menggelar konser unik itu karena ingin memaksimalkan kualitas musik untuk pendengarnya. “Sehingga tidak ada gangguan seperti orang bicara, suara hanphone dan gangguan teknis seperti speaker yang rusak,” ujar Roni yang terinsiprasi oleh band jazz-fusion Snarky Puppy dari Brooklyn untuk menggelar silent concert.

Kegiatan Studio Session ini juga menjadi wadah bagi band-band lokal untuk tampil. Seperti pada Studio Session Vol.2 bertajuk “freedom night, menampilkan band reggae Konkrit Genggaman, dan band blues Datuk Amran.

Studio Session Vol.3 bertajuk “jazz it up” dengan penampil Komunitas Gubuk Jazz dan Kobel Jazz. Studion session Vol.4 pada 20 Januari 2019 bertajuk “love is the ear” yang menampilkan Jendela Kayu dan Freza.

“Musisi yang tampil juga dituntut untuk bermain maksimal karena setiap kesalahan akan langsung dapat didengar oleh telinga penonton,” katanya.



Baca juga: Gelar Konser Dadakan, Fourtwnty Ajak Lestarikan Kawasan Kota Tua Pekanbaru

Baca juga: Ini Cerita Iwan Fals Konser ke Pekanbaru Menempuh Jalan Darat


Pewarta :
Editor: Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar