Pekanbaru (Antarariau.com) - Dinas Kesehatan Provinsi Riau merekap jumlah kasus HIV/AIDS di daerah itu dari tahun 1997 sampai dengan Oktober 2018 tercatat sebanyak 5.418 kasus.
"Dari data tersebut maka periode Januari sampai dengan Oktober 2018 terdapat penambahan kasus HIV sebanyak 222 dan AIDS 268 kasus," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Dra Hj Mimi Yuliani Nazir, Apt MM di Pekanbaru, Rabu.
Menurut Mimi, umur penderita kasus HIV-AIDS dari tahun 1997 sampai dengan Oktober 2018 didominasi oleh usia produktif 20-49 tahun sebesar 75,8 persen, dan tertinggi umum usia 25-29 tahun atau 24,9 persen.
Berikutnya usia 30-34 tahun sebanyak 23 persen dan usia 35-39 tahun sebanyak 14,1 persen. Sedangkan berdasarkan daerah kabupaten dan kota, maka tercatat Kota Pekanbaru sebanyak 49,3 persen, Bengkalis 9,9 persen dan Kota Dumai 9,3 persen.
"Faktor resiko terjadinya penularan penyakit yang menyerang kekebalan tubuh itu yang tertinggi adalah heterokseksual, homoseksual dan pengguna alat suntik," katanya.
Sementara itu berdasarkan pekerjaan yang terbanyak adalah tenaga non professional atau karyawan sebanyak 39,5 persen, wiraswasta sebanyak 16,25 persen dan ibu rumah tangga sebanyak 15,13 persen.
Ia menjelaskan, masalah HIV-AIDS semakin komplek, dan diharapkan masyarakat untuk berani melakukan test HIV agar dapat diketahui secara dini kondisi kesehatan masing-masing terkait HIV.
"Masyarakat perlu melakukan tes kesehatannya, berkaitan dengan tema nasional HAS 2018 adalah 'Saya Berani, Saya Sehat. Berani untuk mengurangi risiko penularan virus HIV dan mau secara sukarela memeriksakan diri untuk mengetahui status HIV'," katanya.
Gejala seseorang terkena virus penyakit yang mematikan itu adalah sakit kepala secara tiba-tiba, kelelahan secara terus menerus, pembengkakan kelenjer ketah bening, sakit tenggorakan, munculnya ruam pada kulit, nyeri pada otot dan sendi, sering berkeringat pada malam hari, dan luka pada mulut.
Selain harus rutin meminum obat lamivudine +zidovudine, dan nevirapine seumur hidup, penderita juga harus melakukan rawat jalan di rumah sakit.