Pekanbaru, (Antarariau.com) - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau memastikan tidak menemukan jejak harimau di wilayah Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan seperti kabar yang menyebar luas dan viral di sejumlah media sosial dalam beberapa waktu terakhir.
"Memang benar ada foto jejak satwa dan menyebar di media sosial. Namun kami pastikan itu bukan jejak harimau," kata Kepala Seksi Wilayah I BBKSDA Riau, Laskar Jaya Permana kepada Antara di Pekanbaru, Jumat.
Ia menduga bahwa jejak-jejak yang sebelumnya diduga berasal dari telapak kaki si Raja Rimba itu merupakan jejak satwa lain, seperti Tapir atau Babi Hutan.
Hal itu dipastikan setelah timnya menelusuri jejak tersebut seperti yang dijelaskan oleh sejumlah warga net di media sosial.
Menurut dia, dari penelusuran tim Seksi Wilayah I BBKSDA Riau, ditemukan sedikitnya tiga jejak yang secara Kasat mata menyerupai jejak harimau.
Namun, dia menjelaskan terdapat perbedaan nyata antara jejak harimau dan satwa lain.
"Kalau jejak harimau nampak dari tekstur kukunya. Pijakannya akan menyerupai huruf 'W'. Kalau ini bukan, bisa jadi Babi Hutan atau Tapir," jelasnya.
Lebih jauh, secara umum ia menjelaskan kecil kemungkinan Harimau akan berkeliaran di wilayah Pangkalan Kerinci, yang merupakan ibu kota Kabupaten Pelalawan.
Menurut dia, kantor harimau berada di Swakar Margastwa Kerumutan dan Rimbang Baling. Sementara itu, kedua lokasi itu cukup jauh dengan ditemukannya jejak-jejak menyerupai tapak harimau tersebut.
"Selain itu, bisa saya jelaskan habitat harimau itu di hutan Primer, kalaupun keluar, dia tidak akan jauh dari habitatnya," urainya.
Melengkapi Laskar, Bidang Humas BBKSDA Riau Dian Indriati mengatakan meski dapat dipastikan bahwa jejak tersebut bukan berasal dari tapak si Raja Rimba, masyarakat dan pemerintah diminta untuk tetap waspada.
Kitata sampaikan ke masyarakat dan Pemda setempat untuk tetap waspada meski dapat kami pastikan itu bukan jejak harimau," ujarnya.
Sejak awal pekan lalu, masyarakat Pelalawan dikejutkan dengan temuan jejak-jejak yang diduga merupakan tapak harimau. Jejak-jejak tersebut lantas difoto dan diunggah ke media sosial.
Meresepon informasi itu, tim BBKSDA Riau selanjutnya menurunkan tim untuk mempelajari kebenaran informasi tersebut.
Ketakutan warga net akan keberadaan Raja Rimba sangat beralasan, karena pada medio Januari 2018 lalu, seekor harimau diketahui menerkam seorang warga di Kabupaten Indragiri Hilir hingga tewas. Hanya saja, lokasi serangan harimau tersebut terjadi tidak jauh dari kantong habitat harimau, SM Kerumutan.
***4***