Pekanbaru (Antarariau.com) - Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengklaim kunjungan wisata ke provinsi tersebut tumbuh 73 persen pada 2016 lalu dibandingkan dengan 2015.
"Itu hasil rilis Kementerian Pariwisata, dimana Riau nomor dua nasional dan pertumbuhannya terbesar Sulawesi Utara," kata Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman di Pekanbaru, Senin.
Andi demikian sapaan akrab awak media menjelaskan arti dari angka 73 persen tersebut menggambarkan apa yang dilakukan pemprov sejak 2015 mulai menampakkan hasil.
"Ini karena keseriusan kitalah menggarap pariwisata dan kesungguhan," ucap Andi.
Andi juga berharap kondisi ini akan terus berlanjut jangan sampai di situ. Apalagi pemprov sudah bertekat menjadikan wisata sebagai salah satu capaian visi-misi ke depan.
"Ini akan terus kita sinergikan dengan kabupaten/kota," tuturnya.
Misalkan, kata Andi mencontohkan kebijakan yang ia sudah canangkan guna mengeroyok program wisata jadi sinergi semua kabupaten/kota yakni dengan mengurangi anggaran pembangunan di sektor migas dan perkebunan dan memperbesar ke sektor industri menengah ke bawah.
"Tahun ini untuk menggarap destinasi pariwisata di Riau sudah kita anggarkan sekitar Rp845 miliar," urainya.
Dimana dana ini didapat dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Riau dalam anggarannya menggarap wilayah destinasi wisata. Baik dari sektor infrastruktur seperti jalan, jembatan, pembinaan Usaha Kecil Menengah Mikro (UMKM), koperasi, termasuk ekonomi kreatif, perbaikan fasilitas kesehatan di wilayah wisata, pembinaan pelaku usaha, dan mendorong untuk pembangunan pondok penginapan (home stay) dan sebagainya.
"Anggaran ini diperuntukkan menggarap ekonomi menengah ke bawah, tidak lagi kebun sama migas karena mereka sudah besar baik modal maupun sumber daya manusianya," tegas Andi.
Ia merinci untuk infrastruktur jalan menuju destinasi wisata Bono di Kabupaten Pelalawan mendapat pendanaan paling besar dari APBD Riau 2017 dan APBN yaitu Rp123 miliar.
Kemudian juga pembangunan jalan menuju Candi Muara Takus di Kabupaten Kampar anggarannya sekitar Rp70 miliar.
Andi mengaku hampir seluruh kabupaten/kota di Riau alami peningkatan kunjungan wisatanya tahun lalu. "Terbanyak ke Bono," tambahnya.
Sementara untuk Pekanbaru, katanya akan menjadi kota jasa dan perdagangan bagi wisatawan. Karena itu ia berpesan agar terus berbenah menjaga ketertiban dan lebih mempercantik lingkungan, Ruang Terbuka Hijaunya (RTH) yang disediakan harus dirawat.
"Pekanbaru enaklah tinggal menerima dan menyambut tamu wisata dengan senyum dan ramah. Terus mengembangkan tempat kuliner juga perlu dan satu lagi jangan mahal-mahal," katanya.
Sebelumnya diberitakan data Dinas Pariwisata Riau mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke provinsi tersebut hingga Oktober 2016 ada 55 ribu orang.
Jumlah itu sudah melebihi angka kunjungan wisatawan mancanegara selama 2015 yang mencapai 54.347 orang.
Berita Lainnya
Gubri Klaim Pihaknya Tengah Berupaya Untuk Memenuhi Syarat Embarkasi Haji
27 October 2017 11:00 WIB
Gubri Klaim Riau Expo Menjadi Media Unjuk Gigi Pariwisata Daerah
15 October 2017 22:25 WIB
Gubri Klaim Melayu Penyumbang Terbesar Kosakata Bahasa Indonesia
22 July 2017 22:00 WIB
Gubri Klaim Pelayanan RSUD Arifin Achmad Semakin Membaik
22 April 2017 15:35 WIB
Gubri Klaim Pembangunan Sektor Pertanian Meningkat Dalam Lima Tahun Terakhir
03 March 2017 16:10 WIB
Gubri Klaim Ekonomi Tumbuh 2,23 Persen Di 2016, Bagaimana 2017??
16 February 2017 14:30 WIB
Gubri Klaim Harga Sembako Jelang Tahun Baru Masih Stabil
23 December 2016 14:50 WIB
Gubri Klaim Serapan APBD 2016 Bisa Mencapai 80 Persen
22 December 2016 23:45 WIB