Sejumlah titik Api Kembali Bermunculan Di Bukit Suligi

id sejumlah titik api kembali bermunculan di bukit suligi

Sejumlah titik Api Kembali Bermunculan Di Bukit Suligi

Pekanbaru (Antarariau.com) - Hutan Lindung Bukit Suligi di Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau kembali terbakar dalam beberapa hari terakhir hingga menyebabkan asap tebal mengepul ke udara.

"Kebakaran telah terjadi sejak 6 Oktober 2016. Tim darat sudah berupaya melakukan pemadaman tapi titik-titik api kembali bermunculan," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Rokan Hulu, Aceng di Pekanbaru, Senin.

Aceng mengatakan kondisi cuaca di Bukit Suligi saat ini cukup panas, sementara medan yang ditempuh untuk menuju titik api sangat terjal, sehingga tim darat kesulitan melakukan pemadaman di lokasi tersebut.

Untuk itu, ia mengatakan sejak kemarin tim darat telah meminta bantuan tim udara kebakaran hutan dan lahan Riau untuk melakukan pemadaman menggunakan helikopter pengebom air.

"Hari ini dan kemarin kita dibantu tim udara untuk pemadaman. Mudah-mudahan dapat segera dikendalikan," jelasnya.

Sementara itu, anggota Satgas udara kebakaran hutan dan lahan Riau, Mayor Ferry Yanuardi mengatakan helikopter Sikorsky telah diterbangkan untuk membantu pemadaman.

Berdasarkan foto yang ditampilkan tim udara terlihat kawasan Bukit Suligi masih menyisakan asap tebal. Kawasan Hutan Lindung tersebut juga tampak rusak parah akibat aktivitas perambahan.

Sebelumnya kawasan Hutan Lindung Bukit Suligi juga sempat terbakar pada awal September 2016 lalu. Saat itu kebakaran di kawasan tersebut juga sempat meluas dan mengancam Diklat Hutan Lindung Bukit Suligi sebelum berhasil ditanggulangi.

Kawasan Hutan Lindung Bukit Suligi merupakan hamparan hutan tropis basah, dengan luas areal sekitar 300 hektare di Rokan Hulu. Kawasan tersebut berjarak sekitar 139 kilometer dari Kota Pekanbaru.

Hutan Lindung Bukit Suligi selama ini dikenal karena keindahan panoramanya, gua dan air terjun. Namun, kawasan itu kini kian terancam akibat perambahan untuk dialihfungsikan secara ilegal menjadi perkebunan sawit, terutama di kaki bukit.

Kapolda Riau, Brigjen Pol Zulkarnain berjanji akan segera melakukan penyelidikan terkait aktivitas perambahan di kawasan tersebut.