Menolak Dipaksa Mandi 12 Kali Sehari, PRT ini Disiksa Majikannya

id menolak dipaksa, mandi 12, kali sehari, prt ini, disiksa majikannya

Menolak Dipaksa Mandi 12 Kali Sehari, PRT ini Disiksa Majikannya

Bengkalis, (Antarariau.com)- Perlakuan kekerasan dialami pembantu rumah tangga yang bernama Maria Imelda (21), perempuan asal Nusa Tenggara Timur (NTT) ini disiksa majikannya dengan disirami air pembersih lantai vixal karena menolak disuruh mandi hingga berulang kali dalam sehari.

Dari kekerasan yang dialaminya, Maria Imelda yang bekerja di rumah warga Tionghua pasangan Herman alias Tong Lee dan Wati alias Bian yang merupakan warga Sungai Pakning Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau ini terpaksa dimasukkan ke Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas setempat.

Kapolsek Bukit Batu, Kompol Sugeng saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan kekerasan terhadap pembantu rumah tangga di daerah setempat.

“Benar kita sudah menerima laporan dari warga tentang adanya kekerasan terhadap salah seorang pembantu rumah tangga di desa Sungai Selari, dan setelah mendapat laporan personil Polsek Bukit Batu langsung menggeledah rumah pasangan Herman dan Wati,” kata Kapolsek Bukit Batu, Kompol Sugeng, Selasa.

Ia mengatakan, kejadian terjadi pada Senin malam (25/4) sekitar pukul 19.30 WIB, dan saat ini korban sudah dilarikan di Puskesmas Sungai Pakning untuk dirawat, sedangkan kedua majikannya sudah diamankan di Mapolsek untuk diproses lebih lanjut.

Sementara itu, dari pantauan di Puskesmas Sungai Pakning terlihat Maria Korban kekerasan sedang terbaring di ruang UGD, dengan kondisi kedua belah telapak kaki korban dibaluti perban, akibat siraman air keras Pixel dari majikannya.

Maria Imelda yang saat ini masih terbaring di UGD tersebut menyebutkan, bahwa kekerasan yang dilakukan pasangan Herman dan Wati sudah selalu dialaminya hanya karena hal yang sepele.

“Saya dipaksa mandi bekali-kali oleh majikan perempuan, padahal saya sudah mandi, dia takut rumahnya kotor, hanya karena tangan saya sewaktu membersihkan ruang tengah dalam keadaan gatal, dia langsung memaksa saya mandi,” kata Maria menceritakan keadaan yang ia alami.

Ia mengatakan, selain dipaksa mandi, majikan laki-laki juga mencekik lehernya sambil menyeretnya ke kamar mandi, hingga memar dan lebam sampai terguling di dalam kamar mandi, dan istrinya, Wati juga ikut menyiksa dengan menyiram kakinya dengan air pixel.

“Saya sudah menjerit dan menangis minta tolong, tapi kedua majikan saya tidak peduli malah semakin kuat menyiksa, ini bukan kali pertama saya disiksa, saya sudah berkali-kali disiksa dirumah itu, bahkan anehnya terkadang saya disuruh mandi sampai 12 kali dalam satu hari mereka beralasan takut rumahnya kotor,” katanya.

Maria mengaku, selama ia bekerja di rumah pasangan Herman dan Wati dirinya tidak pernah diberikan gaji yang dijanjikan sebanyak Rp 2.5 juta perbulannya.

“Saya dipaksa bekerja dari pagi hingga tengah malam, bahkan pernah dipaksa membersihkan rumah dari pagi hingga pagi, tapi selama saya bekerja mereka tidak pernah membayar gaji saya, janjinya Rp 2,5 juta sebulan,” ujarnya sedih.