Program Bantuan Bibit Karet Kurang Diminati

id program bantuan, bibit karet, kurang diminati

Program Bantuan Bibit Karet Kurang Diminati

Kuantan Singingi, (Antarariau.com) - Dinas Perkebunan Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, mengembalikan bantuan bibit karet dan pupuk yang didanai APBN karena program ini kurang diminati petani.

"Program ini sangat rendah peminatnya, hingga tidak bisa di realisasikan," kata Kepala Bidang Pengembangan dan Produksi Dinas Perkebunan Kuantan Singingi (Kuansing) Emtoni di Teluk Kuantan, Jumat.

Ia mengatakan, program ini sebenarnya sangat baik untuk membantu kesejahteraan masyarakat dalam peningkatan perekonomian. Namun peminat dari kegiatan bantuan ini masih sedikitnya maka pihaknya tidak bisa melaksanakannya dengan baik.

Program bantuan bibit kelapa sawit justru lebih diminati oleh warga, bahkan setiap tahun terjadi peningkatan, sementara program bantuan bibit karet terjadi penurunan drastis akibat banyak terjadi peralihan usaha pertanian.

"Bantuan dari dana APBN tersebut terbatas pada bantuan benih dan pupuk," katanya.

Disbun Kuansing akan mengusulkan kepada pemerintah pusat dan provinsi melakukan kajian mendalam soal bantuan-bantuan yang akan diberikan agar tidak tepat sesuai dengan harapan warga.

"Kami akan upayakan agar program bantuan bisa direalisasikan dengan baik, khususnya sesuai harapan warga," ujarnya.

Salah satu warga Kuansing, Nariman (50) mengatakan, semua program sebenarnya diminati oleh masyarakat, hanya saja perlu dimaksimalkan sosialisasinya. Persoalannya untuk saat ini petani banyak yang mengubah kegiatannya ke arah perkebunan sawit yang dinilai sangat menjanjikan hasilnya.

"Patani karet sudah menurun, lahan banyak yang diubah fungsinya," ujarnya.