Pekanbaru (ANTARA) - Penerapan Metode Mulsa Tanpa Olah Tanah (MTOT) yang diperkenalkan melalui Program Udara Bersih Indonesia (UBI) di Kabupaten Pelalawan mendapat sambutan positif dari petani dan pemerintah setempat karena berhasil meningkatkan hasil panen.
Program yang telah berjalan sejak 2021 ini tidak hanya membantu petani meningkatkan hasil panen hingga 20 persen, tetapi juga mendorong pertanian ramah lingkungan tanpa pembakaran lahan. Dalam lokakarya terbaru, para petani sepakat membentuk Ikatan Petani Udara Bersih Indonesia sebagai langkah untuk menjaga keberlanjutan program ini.
Ketua panitia Nur Azizah, yang juga koordinator UBI Field Indonesia di Pelalawan, Riau, Kamis, menyampaikan bahwa lokakarya ini bertujuan untuk bertukar pengalaman dan inovasi dalam pengembangan program UBI. Harapannya, program ini dapat terintegrasi dengan program lain guna mengurangi dampak perubahan iklim, meningkatkan ketahanan pangan, serta meningkatkan kesejahteraan petani.
UBI merupakan inisiatif dari Farmer’s Initiatives for Ecological Livelihood and Democracy (FIELD) yang berjalan sejak 2021 hingga 2024. Program ini bertujuan mengurangi pembakaran lahan pertanian serta meningkatkan ekonomi petani dengan teknologi pertanian ramah lingkungan seperti MTOT, bedengan kayu, kompos dari ayam seresah, dan pupuk daun dari cangkang telur.
Sejak bergabung dengan FIELD Indonesia, Nur Azizah dan timnya telah memberikan penyuluhan kepada lebih dari 500 petani di Pelalawan mengenai metode MTOT untuk tanaman hortikultura dan padi. Program ini terbukti meningkatkan hasil panen hingga 15–20 persen dibandingkan metode konvensional.
Selain meningkatkan hasil panen, metode MTOT juga membantu merawat tanah dengan pupuk alami, sehingga mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia. Petani berharap program UBI dapat terus berlanjut agar semakin banyak petani menerapkannya.
Sementara itu, Kepala Desa Lubuk Ogung yang juga Ketua KTNA Pelalawan, H. Triono, menilai program UBI memberikan dampak positif karena membantu petani meningkatkan hasil pertanian dengan cara yang lebih ramah lingkungan. Ia berharap program ini dapat menghidupkan kembali semangat bertani masyarakat.
Kabid Pangan Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DKPTPH) Pelalawan, M. Taufik, menegaskan bahwa program UBI sejalan dengan misi Presiden Prabowo dalam menciptakan kedaulatan pangan. Oleh karena itu, ia mendorong agar program ini terus berlanjut di Pelalawan.
Fasilitator Provinsi Riau Field Indonesia, Aryani Kodriyana, menyampaikan bahwa dalam empat tahun pelaksanaan program, lebih dari 500 petani telah terlatih dan menerapkan metode MTOT. Petani merasakan manfaatnya, termasuk biaya produksi lebih hemat dan masa panen lebih panjang. Field berharap ada dukungan lebih lanjut dari pemerintah dan stakeholder lain, terutama dalam penyediaan alat pertanian dan irigasi.
Lokakarya ini ditutup dengan deklarasi pembentukan Ikatan Petani Udara Bersih Indonesia Kabupaten Pelalawan. Organisasi ini bertujuan mengelola sumber ekonomi melalui pertanian ramah lingkungan dan bebas bakar serta menerapkan tata kelola pertanian berbasis program UBI secara mandiri maupun bersama.