Pembunuh gadis secara keji di Inhu ditangkap kurang dari enam jam usai kejadian

id Rengat,Indragiri Hulu,polres inhu,pembunuhan keji

Pembunuh gadis secara keji di Inhu ditangkap kurang dari enam jam usai kejadian

Tersangka pembunuhan sadis di Air Molek, Kabupaten Inhu. (ANTARA/Asri)

Rengat (ANTARA) - Pada 2023 hampir puluhan kasus kekerasan terhadap anak terungkap oleh Kepolisian. Seperti kasus pembunuhan sadis oleh FR (20) dengan cara biadab terhadap seorang anak perempuan inisial HH (13) pada Minggu (24/12) malamdi Air Molek.

"Pada 2023, ada 280 kasus tindak pidana kriminalitas, 143 kasus narkotika dengan barang bukti sabu 791 gram, 998 gram ganja. Kasus kekerasan terhadap anak menjadi perhatian semua pihak," kata Indragiri Hulu AKBP Dody Wirawijayadi Rengat, Jumat.

Inhu berhasil meraih penghargaan Kota Layak Anak (KLA) seperti diterima Bupati Inhu. Tindak kekerasan terhadap anak harus dicegah dan diminimalisir dan jika terjadi harus diungkap secara cepat.

Kerja cepat, optimalisasi kinerja Polres Inhu dan dukungan semua pihak membuat semua kasus berhasil dibongkar, termasuk pembunuhan mahasiswi ITB Indragiri.

Dan, kasus pembunuhan oleh pelaku berinisial FR (20) dengan cara mencekik, memukul kepala dengan gusi sebanyak puluhan kali terhadap anak di bawah umur inisial HH (13) di Air Molek.

Pelaku berhasil diringkus tim Polres Inhudalam waktukurang dari enam jam setelah kejadian. Awalnya ada perlawanan dari tersangka hingga timah panas polisi mengenai betis pelaku.

"Setelah ditangkap, diinterogasi, tersangka mengakui perbuatannya. Pelaku akan dijerat secara hukum sesuai aturan yang ada," ujarnya.

Kronologis pembuahan sadis itu, kata Kapolres Dody, semua berawal dari seringnya HH main ke rumah pelaku karena memanfaatkan WiFi untuk berbagai kebutuhan.

Melihat HH, pelaku mulai berniat jahat dan menyusun strategi, mencari kesempatan. Pada saat situasi dinilai aman, HH lengah, pelaku menarik paksa ke kamar namun korban melakukan perlawanan.

Dengan emosi, pelaku melakukan kekerasan, membuka baju dan memukul kepala korban dengan besi hingga tewas bersimbah darah. Tidak sampai di situ, pelaku memperkosa korban berkali - kali sesuai pengakuan tersangka kepada tim penyidik Polres Inhu.

"Peristiwa itu diketahui setelah ada laporan warga, karena menemukan mayat korban pembunuhan terbungkus plastik," ujarnya.

Polisi melakukan penyelidikan dan akhirnya pelaku berhasil diamankan di rumahnya di Air Molek. Saat ini, tersangka sudah ditahan di Mapolres Kota Rengat untuk proses hukum.