Sepuluh ISPU Rekam Kualitas Udara Riau Berbahaya

id sepuluh ispu, rekam kualitas, udara riau berbahaya

Sepuluh ISPU Rekam Kualitas Udara Riau Berbahaya

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Sepuluh mesin Indeks Standar Polutan Udara (ISPU) yang ditempatkan di berbagai lokasi di Provinsi Riau merekam kualitas udara yang menurun drastis hingga berstatus berbahaya atau "hazardous" bagi kesehatan manusia.

"Data status kualitas udara berbahaya ini sudah kami terima sejak Minggu (9/3)," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zainal Arifin, kepada pers di Pekanbaru, Senin.

Tim Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Kabut Asap Riau di Pekanbaru dalam rilisnya menyebutkan, alat ISPU milik PT Chevron Pasific (CPI) Rumbai, merekam polutan standar indeks (psi) mencapai angka 359,3 yang berarti berbahaya.

Kemudian alat yang sama juga milik Chevron yang berada di Minas, Siak dan Duri Camp serta Duri Field, Bengkalis, masing-masing mencatat angka 500 psi.

Kemudian di Kota Dumai, alat ISPU milik perusahaan minyak dan gas bumi ini merekam angka 391 psi dan di Siak Sri Indrapura, Siak mencapai 348 psi.

Untuk alat ISPU di Kandis tercatat angka 434 psi, Perawang 454 psi, Bangko 500 psi dan di Libo juga menembus angka 500 psi.

Menurut Zainal Arifin, jika angka mencapai lebih 300 psi, maka dikategorikan tingkat pencemaran telah membahayakan kesehatan manusia.

Sementara itu tiga alat ISPU milik pemerintah daerah yang dipasang di tiga kawasan Kota Pekanbaru masih menunjukkan angka 135 hingga 295 yang artinya tidak sehat dan sangat tidak sehat, namun belum membahayakan kesehatan.