Komisi VIII DPR RI lakukan peninjauan kemajuan pembangunan di Papua Barat

id Berita hari ini , berita riau terbaru, berita riau antara,DPR

Komisi VIII DPR RI lakukan peninjauan kemajuan pembangunan di Papua Barat

Suasana pertemuan Komisi VIII DPR RI dengan pemerintah daerah Papua Barat di Kota Sorong, Senin (10/10/2022). (ANTARA/Ernes Broning Kakisina)

Jakarta (ANTARA) - Komisi VIII DPR RI melakukan kunjungan kerja di Kota Sorong, Papua Barat, guna melihat langsung berbagai hasil pembangunan dan kendala yang dihadapi untuk dilakukan intervensi demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di provinsi itu.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Diah Pitaloka selaku ketua tim dalam kunjungan kerja di Sorong, Senin, mengatakan kegiatan kunjungan kerja ke daerah ini merupakan bagian dari tugas pengawasan DPR terhadap pelaksanaan pembangunan yang dilakukan pemerintah.

Dalam kunjungan kerja ini, rombongan Komisi VIII DPR RI ingin melihat langsung kemajuan dan perkembangan pembangunan di wilayah Provinsi Papua Barat, terutama sesuai dengan tugas Komisi VIII yang membidangi sosial, keagamaan, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, serta penanggulangan bencana alam.

"Kami ingin mendengar informasi dan masukkan dari pemerintah daerah di Provinsi Papua Barat tentang pelaksanaan pembangunan sesuai dengan bidang tugas kami," ujarnya.

Diah Pitaloka menjelaskan bahwa ada beberapa usulan dari pemerintah daerah di Papua Barat yang menjadi catatan untuk ditindaklanjuti, antara lain bidang keagamaan soal penambahan kuota jamaah haji, penanganan banjir, pendampingan terhadap korban kekerasan perempuan dan anak, serta bantuan-bantuan sosial yang menjadi hak masyarakat di Papua Barat.

Menurutnya, masukan-masukan pemerintah daerah tersebut akan diteruskan kepada kementerian terkait yang menjadi mitra kerja Komisi VIII DPR agar mendapat perhatian.

Diah Pitaloka juga mengapresiasi toleransi umat beragama di Provinsi Papua yang berjalan sangat baik dan diharapkan toleransi tersebut terus dipertahankan.

Ia menambahkan toleransi adalah satu dinamika kehidupan yang tidak hanya dibangun, tetapi harus dipertahankan agar kehidupan persaudaraan tetap rukun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Baca juga: Ketua DPR: Indonesia-AS miliki kesamaan nilai perkuat hubungan bilateral

Baca juga: Pemerintah dan Komisi VI DPR sepakat bahas pengesahan IUAE-CEPA