Pengungsi Rohingya kabur ke Malaysia, Kesbangpol Pekanbaru duga ada sindikat

id Pengungsi Rohingya di Pekanbaru kabur,kesbangpol pekanbaru,pengungsi rohingya kabur

Pengungsi Rohingya kabur ke Malaysia, Kesbangpol Pekanbaru duga ada sindikat

Kepala Badan Kesbangpol Kota Pekanbaru Zulfahmi Adrian. (ANTARA/Annisa Firdausi/22)

Pekanbaru (ANTARA) - Terkait kembali kaburnya delapan pengungsi Rohingya dari tempat penampungan sementara yang disediakan, Kepala Badan Kesbangpol Kota Pekanbaru Zulfahmi Adrian saat ditemui, Jumat, menduga adanya keterkaitan sindikat yang memfasilitasi aksi pelarian ini.

Setelah mengorek informasi dari pengungsi lain di tempat penumpangan, diketahui untuk melarikan diri pengungsi perlu menyiapkan sejumlah uang.

"Berdasarkan informasi dari pengungsi lain, mereka harus menyiapkan 4 hingga 6 ribu Ringgit untuk dapat sampai ke Malaysia. Ini yang dimanfaatkan para sindikat yang memfasilitasi pelarian mereka," terang Zulfahmi saat diwawancara awak media.

Dari hasil investigasi disimpulkan para pengungsi kabur melalui jalur tikus menuju Malaysia, dapat melalui Dumai maupun Bengkalis.

Zulfahmi melanjutkan, dari hasil keterangan pengungsi lain, mereka sempat video call dengan rekan-rekannya yang sebelumnya telah kabur dan menyebutkan telah berada di Malaysia.

"Kita berharap sindikat ini dapat dibongkar dan jangan sampai salah satu masyarakat Pekanbaru yang menjadi pelakunya," harapnya.

Baca juga: Perketat pengawasan, petugas pasang 11 CCTV di penampungan pengungsi Rohingya





Menurutnya, pihaknya telah cukup mengantisipasi para pengungsi dari Rohingya ini. Sebab, pihaknya bertugas mengawasi Kamtibmas di antara para pengungsi dan masyarakat sekitar.

"Situasi Kamtibmas di antara mereka sendiri berjalan dengan baik, artinya tak ada perkelahian, pem-bully-an dan konflik sekitar. Itu tugas pertama kita dan sudah terlaksana dengan baik. Tak ada konflik seperti itu," ucapnya.

"Permasalahan kabur ini di luar konteks, apalagi tujuan utama mereka bukan ke Indonesia melainkan Malaysia, Australia, atau mereka berharap dapat menjadi warga negara Amerika," lanjut Zulfahmi.

Terkait hal ini, ia menyebutkan ke depannya pihaknya akan melakukan pembinaan dan berkoordinasi dengan IOM dan UNHCR yang bertugas mengurus pengungsi yang di Pekanbaru.

"Terkait sanksi akan kami sesuaikan. Kita berharap pengungsi yang lari kembali didapatkan dan diberi pembinaan. Selanjutnya kita serahkan kepada UNHCR terkait mekanisme sanksi apa yang diberikan," pungkasnya.

Sebelumnya diketahui 119 pengungsi Rohingya di Aceh dipindahkan ke Pekanbaru, Rabu (18/5). Dengan penambahan tersebut tercatat 978 pengungsi dari berbagai negara berada di Pekanbaru. Pengungsi ini berasal dari berbagai negara seperti Afganistan, Irak, Iran, Palestina, Somalia, dan Rohingya yang merupakan kelompok etnis di Myanmar.

Baca juga: 26 pengungsi Rohingya di Pekanbaru yang kabur belum ditemukan