AS sebut China intimidasi wartawan asing yang meliput bencana banjir

id Berita hari ini, berita riau terbaru, berita riau antara, banjir

AS sebut China intimidasi wartawan asing yang meliput bencana banjir

Warga berada di atas mobilnya saat banjir yang merendam jalanan setelah hujan lebat melanda Zhengzhou, Henan, China, Jumat (23/7/2021). (ANTARA FOTO/REUTERS/Aly Song/foc.)

Washington (ANTARA) - Amerika Serikat (AS) disebut "sangat prihatin dengan meningkatnya pengawasan, pelecehan, dan intimidasi terhadap wartawan AS dan wartawan asing lainnya" yang meliput bencana banjir di provinsi Henan, China, baru-baru ini.

Pernyataan itu disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri AS Ned Price pada Kamis waktu setempat.

Baca juga: Banjir bandang di Kashmir hancurkan rumah dan tewaskan empat orang, puluhan hilang

Retorika China yang kasar terhadap berita yang dianggap kritis "telah memprovokasi sentimen negatif publik ke arah konfrontasi dan pelecehan secara pribadi" para jurnalis, kata Price dalam sebuah pernyataan.

Kementerian luar negeri China belum menanggapi permintaan untuk memberi komentar.

Baca juga: Manila dilanda banjir, ribuan warga diungsikan

Perkumpulan Koresponden Asing di China mengatakan pada Selasa bahwa wartawan dari sejumlah media asing yang meliput banjir di China telah dilecehkan di media daring dan oleh penduduk setempat.

Staf dari BBC dan Los Angeles Times menerima ancaman pembunuhan, kata perkumpulan itu.

"Kami menyerukan RRC untuk bertindak sebagai sebuah negara yang bertanggung jawab untuk menerima kehadiran media asing dan dunia menjelang Olimpiade Musim Dingin dan Paralimpiade Beijing 2022," kata Price.

Baca juga: Banjir landa Sri Lanka sebabkan 17 orang tewas

Sumber: Reuters

Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2021