Lima kesalahan ini yang sering dilakukan saat menyikat gigi

id Berita hari ini, berita riau terbaru, berita riau antara, sikat gigi

Lima kesalahan ini yang sering dilakukan saat menyikat gigi

Ilustrasi - Menyikat gigi. (ANTARA/Shutterstock.)

Jakarta (ANTARA) - Rajin menyikat gigi tidak menjamin seseorang bebas dari masalah mulut dan gigi, sebab faktanya banyak yang melakukan kesalahan saat membersihkan gigi.

Dr. Diksha Tahilramani Batra, seorang prostodontis, ahli implantologi dan spesialis desain senyum dari India, mengatakan bahwa ada kesalahan tertentu yang dilakukan orang saat menyikat gigi. Kebiasaan yang tanpa disadari ini, ternyata dapat menyebabkan kesehatan dan kebersihan mulut terganggu.

Baca juga: Tips menjaga gigi dan mulut supaya tetap sehat saat berpuasa

Berikut ini adalah beberapa kesalahan yang sering dilakukan saat menyikat gigi, mengutip Indian Express pada Jumat.

1. Salah memilih sikat gigi

Kesalahan dalam memilih sikat gigi dapat merusak gigi. Bulu sikat yang keras atau sedang dapat mengikis lapisan gigi yang sehat.

2. Menggunakan pasta gigi anti-sensitivitas/pemutih permanen

Kesalahan umum lainnya adalah menggunakan pasta gigi yang mengandung obat untuk gigi sensitif. Pasta gigi untuk gigi sensitif memang mampu menghilangkan gejala seperti ngilu, tetapi tidak dapat mengatasi masalah tersebut dan rentan membuat gigi berlubang, penyakit gusi dan bau mulut.

Baca juga: 1.000 Murid SD Indragiri Hilir Ikuti Sikat Gigi Massal

Komponen utama dari pasta gigi khusus untuk gigi sensitif adalah mengobati sensitivitas dan mencerahkan warna gigi. Pasta gigi jenis ini sebenarnya tidak masalah asalkan penggunaannya dalam jumlah yang tepat.

Pasta gigi sensitif dimaksudkan untuk digunakan selama jangka waktu yang ditentukan dan pasta gigi pemutih harus digunakan di bawah pengawasan untuk mencegah potensi kerusakan pada gigi Anda.

Pasta gigi harus melindungi gigi dan gusi Anda, jadi gunakan kombinasi yang mengandung fluoride yang mampu melindungi gigi dari kerusakan dan yang memiliki sifat antibakteri untuk mencegah penyakit gusi dan bau mulut.

3. Menyikat terlalu cepat atau terlalu sering

Pastikan menyikat gigi tidak lebih dari dua kali sehari. Menyikat gigi secara berlebihan dapat merusak gusi dan enamel atau email gigi.

Tidak perlu banyak tekanan untuk menghilangkan plak, oleh karena itu sebagian besar praktisi gigi menyarankan menyikat gigi dengan tekanan yang seimbang.

4. Teknik menyikat gigi yang salah

Menyikat gigi harus vertikal, namun kebanyakan orang terbiasa melakukan sapuan sikat secara horizontal panjang. Ini dapat menyebabkan iritasi dan kerusakan.

Pegang sikat pada sudut 45 derajat ke gusi. Gosok gusi dan gigi Anda dengan gerakan naik turun serta sapuan pendek.

Jangan menyikat gigi dengan sapuan dari sisi ke sisi. Mulailah juga menyikat area yang selama ini sering diabaikan dan capai bagian dalam gigi

5. Menyikat gigi dengan keras

Menyikat gigi dengan keras dapat merusak gusi. Menyikat gigi lebih dari 3-4 kali juga tidak baik untuk Anda.

Karena menghilangkan kebiasaan menyikat gigi yang buruk mungkin sulit dilakukan, maka beralihlah dari sikat manual ke sikat otomatis.

Sikat yang dioperasikan dengan baterai menghilangkan risiko kesalahan saat menggosok gigi, namun mungkin perlu waktu untuk terbiasa menggunakannya.

"Menyikat gigi hanyalah bagian dari rutinitas perawatan gigi yang lengkap. Mencuci mulut dua kali sehari membuatnya tetap bersih. Benang gigi membantu menghilangkan plak dan partikel makanan dari antara gigi dan di bawah garis gusi," kata Dr. Batra.

Baca juga: Cinta Laura terbiasa belanja online sikat gigi hingga perlengkapan olahraga

Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar