Harga Sayur Pekanbaru Tertolong Pasokan Dari Bukittinggi

id harga sayur, pekanbaru tertolong, pasokan dari bukittinggi

Harga Sayur Pekanbaru Tertolong Pasokan Dari Bukittinggi

Pekanbaru, (antarariau) - Ragam jenis sayuran hasil panen petani Bukittinggi, Sumatra Barat, sejak beberapa pekan ini kian membanjiri pasar-pasar tradisional di Pekanbaru, Riau, dan memberikan dampak positif yakni harga sayuran relatif normal.

"Semua pasokan sayuran khususnya dari Bukittinggi sejak beberapa pekan ini lancar, bahkan berlimpah sehingga harganya di Pekanbaru normal," kata Jangkang, seorang pedagang pengecer ragam jenis sayuran yang membuka lapak di Pasar Kodim Pekanbaru, Senin.

Jangkang yang ditemui di lapak sederhananya di pasar tradisional itu mengatakan normalnya harga sayuran membuat masyarakat menjadi tidak terbebani hingga pembelian juga turut normal seperti biasanya.

Ia merincikan, ragam jenis sayuran asal Bukittinggi yang saat ini membanjiri pasar-pasar tradisional di Pekanbaru dengan harga relatif normal yakni buncis, dimana per kilogram (kg)nya masih Rp6.000 dan untuk terong masih juga normal yakni Rp4.000 per kg.

Sementara untuk worter juga asal Bukittingi, masih dijual para pedagang pengecer di Pasar Kodim dengan harga Rp8.000 per kg, dan bawang prei Rp7.000 per kg.

"Kemudian untuk kentang per kilonya yakni Rp6.500, kol juga masih Rp4.500 per kg, sementara untuk kacang pancang per ikatnya Rp1.500," katanya.

Selama tiga hari puasa pada Ramadhan 1433 Hijriyah kali ini, pedagang mengakui belum pernah terjadi kenaikan harga untuk ragam jenis sayuran.

"Kalau pun terjadi kenaikan, hanya beberapa saja dan tidak merata," kata Wagan, pedagang pengecer sayuran lainnya juga di Pasar Kodim.

Stabilnya harga sayur mayur tersebut disambut baik dengan sejumlah masyarakat di Pekanbaru yang mengaku tidak begitu terbebani dengan kenaikan harga ragam sembako lainnya.

"Memang, harga daging ayam naik sejak satu pekan ini, begitu juga daging, namun kami tertolong dengan harga sayuran yang masih stabil," kata Sulistyawati, seorang ibu rumah tangga yang di temui saat berbelanja di Pasar Kodim.

Wanita beranak empat ini mengaku tidak lagi selektif dalam memilih barang belanjaannya mengingat banyak sembako yang mengalami kenaikan harga.

"Mana yang paling murah, itu yang saya beli," katanya.