Buronan Interpol Rusia Andrey Kovalenka dideportasi dari Bali

id Beritahari ini, berita riau terbaru,berita riau antara,buronan interpol

Buronan Interpol Rusia Andrey Kovalenka dideportasi dari Bali

Warga negara Rusia Andrey Kovalenko alias Andrew Ayer (tengah) digiring petugas saat akan dideportasi di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, Badung, Bali, Selasa (23/3/2021). Buronan Interpol terkait kasus narkotika jenis hashish seberat 146 kilogram pada tahun 2011 lalu di Rusia tersebut dideportasi ke negaranya setelah sebelumnya sempat melarikan diri dari Kantor Imigrasi Ngurah Rai pada bulan Februari 2021 saat proses administrasi pemindahannya ke Rumah Detensi Imigrasi Denpasar untuk menunggu pendeportasian usai menjalani hukuman pidana di Lapas Kerobokan karena kasus narkotika di Bali (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/foc)

Jakarta (ANTARA) - Buronan Interpol Rusia bernama Andrey Kovalenka alias Andrew Ayer yang sebelumnya telah menjalani hukuman satu tahun enam bulan penjara di Lapas Kelas IIA Kerobokan perkara narkotika, dideportasi dari Bali menuju negaranya, Rusia.

"Yang bersangkutan (Andrey Kovalenka alias Andrew Ayer) sudah diserahterimakan ke Imigrasi Ngurah Rai dan akan dideportasi, juga pengusulan cekal," kata Kepala Kantor Wilayah KemenkumHAM Bali Jamaruli Manihuruk dalam konferensi pers di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, Badung, Bali, Selasa.

Baca juga: EU, AS prihatin atas deportasi warga negara Myanmar yang dilakukan oleh Malaysia

Ia mengatakan Andrey Kovalenka alias Andrew Ayer telah ditahan selama 28 hari, enam hari ditahan di Ruang Detensi Imigrasi Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai dan 22 hari dititipkan pada Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Bangli sejak tanggal 1 Maret 2021.

Proses pendeportasian dilakukan pada pukul 13.10 Wita dengan Pesawat City Link Nomor Penerbangan QG 685 ETD. 13.10 WITA - ETA. 14.10 WIB dari Bandara Ngurah Rai, Bali menuju Bandara Soekarno Hatta, Jakarta.

Subjek "red notice" tersebut selanjutnya meneruskan penerbangan dari Jakarta kembali ke negaranya dengan dikawal oleh dua orang anggota NCB Interpol Rusia dari Jakarta menuju Singapura untuk kemudian menuju Moskow.

Sebelumnya, pada Kamis, (11/02) pukul 13.20 Wita buronan Interpol asal Rusia bernama Andrey Kovalenka melarikan diri dari Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai dibantu oleh pasangannya Ekaterina Trubkina.

Pasangan Andrew, Ekaterina Trubkina, sudah dideportasi lebih dulu pada Jumat (19/03) setelah terlibat dalam kasus kaburnya buronan Interpol Rusia.

Sementara itu, terhadap petugas imigrasi yang bertugas saat kaburnya Andrey Kovalenka masih dilakukan pemeriksaan, untuk menentukan bentuk sanksi yang diterima.

"Kami pertegas kepada seluruh jajaran kanwil agar SOP dilaksanakan dengan benar, selama ini SOP sudah ada tapi dari pusat memberikan kita kesempatan memperbaiki kalau ada yang kurang. Seperti tadi apakah perlu di borgol tapi selama ini enggak diborgol karena namanya deteni itu bukan kriminal ya, tapi ada yang kriminal seperti ini," jelasnya.

Ada enam orang petugas yang bertanggung jawab saat Andrey Kovalenka kabur dari Kantor Imigrasi Ngurah Rai, yang masih dalam pemeriksaan lanjutan.

"Tempo hari dari pemeriksaan kami, ada diantara mereka yang positif COVID jadi pemeriksaan mundur. Kita lihat pelanggarannya, dengan sanksi dari ringan sampai berat," jelasnya.

Baca juga: AS soroti bahaya deportasi, setelah lebih dari 130 migran asal El Salvador tewas

Baca juga: Rudenim Pekanbaru deportasi 60 WNA selama 2019, begini penjelasannya

Pewarta: Ayu Khania Pranishita